10 Atlit Lolos Seleknas Pelatnas Panahan 2023
Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Sebanyak 10 atlet putra-putri cabang olah raga panahan berhasil memperkuat tim Pelatnas Indonesia, setelah mengikuti seleksi nasional (Seleknas) yang digelar PB Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) di Lapangan Panahan GBK Senayan Jakarta. Seleknas dilakukan sejak tanggal 28 – 30 Nobenber 2022.
Penanggung jawab Seleknas PB PERPANI Ary Koeswiranto didampingi technical delegation Indri HP, menyampaikan hasil Seleknas, Rabu (30/11/2022) di GBK Senayan.
Ary menjelaskan, seleksi ini merupakan ajang bergengsi karena menghadirkan para peraih medali pada event-event nasional seperti, PON, Sirnas, Kejurnas senior dan yunior. Saat ini pemanah-pemanah yunior tumbuh dengan pesat, inilah yang membuat Seleknas berjalan dengan ketat. Seleknas ini juga merupakan agenda PB PERPANI mempersiapkan Timnas Panahan 2023, yang akan diterjunkan pada perhelatan Sea Games, Olimpiade dan Kejuaraan Dunia.
“Tahun depan, saya berharap tim yunior Indonesia dapat berlaga dikancah internasional. Kami sudah menyampaikan kepada stack holder panahan, semoga para pemanah yunior terus bersiap di daerahnya masing-masing,” tegas Ary.
Bagi atlit Pelatnas sudah menanti agenda seri kejuaraan dunia di Berlin, Turky dan Asia di Bangkok.
Pada Seleknas kali ini, Kaltim satu-satunya penyumbang atlit terbanyak 3 atlet, disusul Jateng 2 atlet dan sisanya DKI, DIY, Banten, Jabar, masing-masing 1 atlet.
Indri Purwati satu-satunya penghuni Pelatnas tahun 2021 setelah berhasil come back memperkuad squad Compoud Putri bersama Firstalitha Kyla Widaputri (DKI), Syahara Khoerunisa (Banten), Ratih Zilizati Fadhly (Jabar). Sedangkan di Compound Putra, Gilang Aji Jayawardhana (Jateng) lolos mengisi 1 jatah tersisa.
Divisi Recurve, 3 wajah baru, Catherine Thea Darma (Jateng), Alpriani Eka Setyowati (Kaltim), Zulfa Khoirina Dewi (DIY) akan mendampingi Rezza Octavia.
Untuk melengkapi Divisi Recurve Putra, harus ditentukan dengan shoot off antara Lisnawanto Putra Aditya (DIY) dan Alvin Vionda (Kaltim). Lisnawanto penghuni Pelatnas harus merelakan tempatnya kepada Alvin, yang memenangkan partai shoot off. Alvin akan bergabung bersama trio olimpian Riau Ega, Arif Dwi Pangestu, alvianto Bagas Prastiyadi.
Catherine Thea Darma dara manis asal Solo yang baru menginjak usia 17 tahun, sejak hari pertama tampil konsisten dan berhasil menempati urutan pertama dengan skor 3138, jauh meninggalkan pesaingnya Alpriani dan Zulfa. Ketengan dan daya tahan Catherine, mengingatkan kita saat pada Rezza Octavia. Keduanya punya kemiripan dari sisi postur dan sama-sama punya mental juara.
Datang tanpa target, namun punya tekad memberikan yang terbaik, itulah komentarnya gadis Solo yang sudah mulai mengenal panahan sejak dibangku kelas 3 SD.
Ibu Endah yang sejak minggu sudah berada di Jakarta, tak henti-hentinya berdoa, saat putrinya Catherine Thea Darma, bertarung selama dua hari di lapangan GBK Senayan.
“Puji Tuhan, saya hanya bisa meneteskan air mata sebagai tanda syukur atas perjuangan Thea. Terima kasih atas dukungan semua tim, hari ini adalah awal bagi Thea, mudah-mudahan Tuhan ijinkan dan dilancarkan saat di Pelatnas, karena ini sesuai dengan impian dan harapannya. Kami orang tua hanya bisa mendukung,” tutur ibu Endah dengan mata berkaca-kaca.
Jimmy Lantang Pelatih Timnas Compound menyambut gembira hasil Seleknas. Pelatih berdarah Kawanua, menilai proses promosi dan degredasi atlet Pelatnas sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tata Kelola serta pembinaan panahan di Tanah Air.
“Proses promosi dan degredasi merupakan hal yang biasaterjadi setiap tahun. Hasil Seleknas kali ini sangat bagus, banyak atlet muda yang berpotensi. Sebagai pelatih tentu kita optimis dengan hasil yang diperoleh dalam Seleknas,” terang Couch Jimmy.
Selain Catherine Thea Darma ada talenta muda lainnya yang menjadi amunisi baru PERPANI seperti, Zulfa Khoirina Dewi (DIY), Firstalitha Kyla Widaputri (DKI), Syahara Khoerunisa (Banten), Gilang Aji Jayawardhana (Jateng), Alvin Vionda (Kaltim). Jadi, promosi dan degradasi ini adalah business as usual yang terjadi setiap tahun di Pelatnas.

