Cegah Kanker dan Tumor, Korem 161/WS Gelar Penyuluhan Kesehatan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Penerangan Korem 161/Wira Sakti menggelar Sosialisasi Penyuluhan Kesehatan TW. III TA. 2022.

Sosialisasi bahaya kanker dan tumor bagi prajurit TNI dan PNS Makorem 161/WS kerjasama dengan Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI) cabang Kota Kupang berlangsung di Aula Sudirman, Oebufu Kota Kupang, Kamis (04/08/2022).

Penyuluhan Kesehatan TW. III TA. 2022 disampaikan oleh beberapa narasumber yakni dari Karumkit RST Wira Sakti Letkol Ckm dr. Dini Hendriyanto dengan materi penyakit dalam dan Penyakit Kangker dan Tumor oleh Ns. Gita Larani, S. Kep. dan Bapak Teguh Putra Reza, bekerjasama YSKI.

Menurut Karumkit Letkol Ckm dr. Dini Hendriyanto munculnya jenis penyakit jantung disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah karena kebiasaan kita mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak lemak (minyak, gorengan, daging merah dll).

Selain itu disebabkan makanan bergula yang tinggi, sehingga lemak-lemak tersebut masuk ke dalam darah dan bisa menyangkut ke dinding-dinding pembuluh darah tersebut dan menyebabkan pembuluh darah menyempit dan tersumbat.

“Gejala yang muncul jenis penyakit jantung paling berbahaya ini biasanya berupa nyeri dada, sesak napas dan keringat dingin. Jika tidak segera ditangani, serangan jantung bisa menyebabkan kerusakan permanen pada organ tersebut. Bila kerusakan makin meluas, penderita serangan jantung dapat mengalami henti jantung mendadak,” ujar dia.

Diutarakan, cara mencegah penyakit jantung yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang sehat untuk jantung. Selain itu batasi atau hindari pantangan makanan, rutin olahraga dan tetap aktif, jaga berat badan ideal, belajar mengelola stres, perbanyak minum air putih dan cek kesehatan secara rutin.

Sementara itu menurut Ns. Gita Larani dari YSKI cabang Kupang menyampaikan, tujuan yayasan memberikan informasi kepada masyarakat sedini mungkin secara langsung tentang pengertian kanker. Kedua mengenali secara dini gejala kanker tumor dan payudara, yang ketiga cara sehat dan hemat menghindari kanker.

Dikatakan, kanker itu tidak mengenal kalangan baik orang kaya, artis, pejabat maupun orang biasa. Kanker bisa berawal dari tumor yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak pertumbuhannya lambat dan bila dibiarkan dan tidak segera ditangani akan dikhawatirkan akan menjadi ganas dan kalau sudah ganas itulah yang dinamakan kanker.

“Sel kanker tersebut bisa berpindah ke tubuh lainnya melalui pembuluh darah. Tumor bisa tumbuh dimana saja baik itu di bahu, punggung, lengan tangan, leher bahkan bisa tumbuh di mata,” ujar dia.

Kemudian lanjut Gita, ada beberapa faktor pemicu kanker yaitu yang pertama faktor keturunan atau genetik, yang kedua faktor kimia dan fisika. Kimia adalah polusi yang ada disekitar kita seperti asap rokok, asap pabrik dan kendaraan. Sedangkan fisika adalah gelombang elektro magnetik yang dipancarkan oleh benda canggih seperti Handphone.

“Jika kita memakai HP lebih dari 30/hari itu telinga kita akan terasa panas dan akan merusak sel-sel yang ada didalam otak kita dan menimbulkan kanker otak apalagi pemakaian HP sambil di cas atau dicolokkan di listrik, itu radiasinya seribu kali lipat dari pemakaian normal. Jadi kami menghimbau hindari pemakaian HP sambil di charge”, ujar dia.

Sementara itu, Teguh Putra Reza tambahkan bahwa, gejala-gejala kanker rahim seperti keputihan secara terus menerus, yang kedua setelah melakukan hubungan intim keluar cairan warna kecoklatan bercampur darah, yang ketiga iritasi disekitar alat kelamin.

Dijelaskan, pembahasan tentang Kanker Payudara, wanita yang beresiko terkena kanker payudara adalah wanita yang habis melahirkan tidak menyusui anaknya dan juga wanita yang menyusui tapi dengan sebelah payudara, obesitas atau kegemukan.

“Gejala dini kanker payudara pertama adanya benjolan tumbuh dibagian payudara yang bukan normal, bintik-bintik dan kutil-kutil disekitar kulit payudara, rasa gatal yang amat sangat diluar kulit payudara dan bagian dalam payudara,” ucap Reza.

Kegiatan penyuluhan kesehatan dihadiri oleh Dandenkesyah 04-09-01/Kupang Letkol Ckm dr. Boy Ramurthi, Pgs. Pasi Log Korem 161/WS Kapten Inf Basri, Staf penyuluh dari Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI) serta 78 orang Prajurit dan PNS Korem 161/WS.