Jurnalis Warga Untuk Kampanye Vaksinasi di Timor Dibekali Pengetahuan Dasar Jurnalistik
Kefamenanu NTTOnlinenow.com – Sebanyak 10 orang, anggota Komunitas Leko NTT perwakilan desa / kelurahan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengikuti Pelatihan Jurnalistik berbasis Jurnalisme Warga atau Citizen Journalism.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung di SMA Negeri 1 Kefamenanu, pada Rabu (23/02/2022) menghadirkan dua nara sumber, Judith D’ Lorenzo Taolin, wartawan salah satu Televisi Nasional yang bertugas di wilayah Perbatasan RI – RDTL dan Alfred Welhelmus Djami, salah satu fotographer dari Atambua Kabupaten Belu.
Turut hadir memotivasi seluruh peserta Sastrawan asal Insana, Felix Nesi.
Kegiatan yang di inisiasi, Herman Efriyanto Tanouf, Koordinator Jurnalis Warga Kupang – TTU, berlangsung di SMA Negeri 1 Kefamenanu.
Pada kesempatan pertama, Judith D’Lorenzo Taolin memaparkan materi tentang jurnalistik dasar, sedangkan Alfred berbagi materi perihal foto jurnalistik. Selain presentasi materi, para peserta pun dilatih untuk menulis berita dan cara menghasilkan karya foto jurnalistik.
Judith, usai memaparkan materi jurnalistik mengatakan, selain teori ada praktek menulis bagi jurnalis warga – pemula. Tujuannya agar setelah peserta kembali ke desa atau kelurahan masing-masing, mereka bisa melihat masalah-masalah sosial yang menonjol dan diangkat melalui berita.
“Melalui workshop ini, mereka bisa mengangkat masalah-masalah yang ada di desa atau kelurahan dan dapat menjadi perhatian pihak terkait. Nanti kita bantu sempurnakan tulisannya. Tujuannya agar mereka tidak berhenti saat mendengar materi saja tapi terus diterapkan ilmunya melalui tulisan,” kata Judith.
Ia pun berharap, dengan adanya workshop jurnalistik bisa memotivasi para peserta dalam hal menulis.
“Semoga bisa membuat mereka memiliki motivasi dalam hal menulis. Baik menulis tentang pengetahuan maupun umum, seperti isu-isu vaksinasi dan masalah lain di sekitarnya. Dan semoga tulisan mereka memiliki daya tarik yang tinggi, banyak diminati dan memberikan manfaat bagi banyak orang di sekitarnya”, harap Judith.
Di waktu yang sama, Alfred W. Djami seusai pemaparan materi mengatakan waktu yang tersedia dalam workshop tidak cukup melakukan praktek memotret. Ia berharap, ada kesempatan berikut sehingga dampingan dapat dilakukan secara intensif.
“Semoga kita bisa bertemu lagi di dekat atau di dalam desa di mana sebagian besar peserta tinggal sehingga bisa langsung praktek peliputan dengan mengangkat isu-isu yang ada di desa. Hasil workshop bisa jadi karya,” kata Alfred.
Salah satu jurnalis warga, Melania M. Sau asal Kelurahan Tubuhue, Kota Kefamenanu mengapresiasi workshop yang ditekuninya.

“Pelatihan ini sangat menarik. Banyak ilmu yang saya dapat terutama dalam hal menulis berita dan tentang foto jurnalistik. Awalnya saya berpikir bahwa dalam sebuah berita, foto itu hanya pemanis atau pelengkap saja. Nyatanya foto dalam dunia jurnalistik sendiri punya makna yang sangat mendalam,” kata Melania.
Sementara itu, jurnalis warga asal desa Oinbit Kecamatan Insana, Maria Yunita Sila mengatakan, materi yang didapat melatihnya untuk bisa lebih mengenal berita yang benar.
“Pelatihan Citizen Journalism ini membuat kami mulai mengerti bagaimana melaporkan fakta. Ini benar-benar melatih kami untuk mengetahui mana berita yang penting dan sesuai fakta melalui observasi yang benar,” kata Maria Yunita.
Mewakili peserta jurnalis warga lain, keduanya mengungkapkan rasa terimakasih kepada Komunitas Leko NTT yang sudah memberi ruang belajar bagi mereka sebagai pemula.
“Terima kasih Leko NTT, sudah kasih ruang belajar untuk kami yang pemula ini. Awalnya benar-benar nol dalam jurnalistik, kini sudah punya tambahan pengetahuan untuk bisa memulai dengan teknik yang benar dan tepat”, ungkap keduanya.
Gambaran Singkat Tentang Program Jurnalisme Warga
Koordinator Jurnalis Warga Kupang – TTU, Herman Efriyanto Tanouf kepada NTTOnlinenow.com mengisahkan awal hadirnya Media Komunitas Leko NTT di Kabupaten TTU.
Sebelumnya menurut Herman, program ini telah berjalan di Kota Kupang sejak 2019 lalu dengan fokus pada pelayanan publik di NTT. Program tersebut merupakan kerja sama Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) dan Komunitas Leko hingga hadirnya media komunitas Leko NTT.
Pada tahun ini, penjaringan dilakukan hingga Kabupaten Timor Tengah Utara. Para jurnalis warga yang telah direkrut dan didampingi akan membuat peliputan tentang isu-isu di tengah masyarakat, di kampung – kampung / desa – desa.
“Mereka akan fokus membuat peliputan seputar isu-isu vaksinasi Covid-19, minimal yang ada di sekitar mereka”, kata Herman, Senin (28/02/2022).
Para jurnalis warga berasal dari berbagai latar belakang profesi, yakni tokoh pemuda, tokoh masyarakat, guru, pegiat literasi, seniman, aktivis hingga mahasiswa.
Mereka akan ada di tengah-tengah masyarakat untuk turut mengkampanyekan pentingnya vaksinasi Covid-19 melalui jurnalisme warga. (TIM)
Foto : Judith D’Lorenzo Taolin saat menyampaikan materi Jurnalistik Dasar bagi peserta pelatihan perwakilan 10 desa / kelurahan di Kabupaten TTU, Rabu (23/02/2022).

