Guru SMP SMART Menjadi Pemakalah dalam Temu Ilmiah Guru Ke-13

Bagikan Artikel ini

Jakarta, NTTOnlinenow.com – Fulan Fulanah, guru SMP SMART Ekselensia Indonesia (SMART) terpilih menjadi salah satu pemakalah dalam ajang bergengsi, TemuI lmiah Nasional Guru Ke-13 (TING 13). Kegiatan yang diprakarsai oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka (FKIP-UT) tersebut dihelat secara daring pada Jumat (19/11).

Fulan Fulanah berhasil menjadi salah satu pemakalah utama dalam tema “Perspektif Pendidikan Berbasis Penguatan Karakter”. Makalah yang disampaikan Fulan Fulanah berjudul “Meningkatkan Pendidikan Karakter pada Sikap Kolaborasi Peserta Didik Kelas VII Melalui Media Monopcell”.

Sebagai pemakalah awal, Fulan Fulanah mempresentasikan bahwa media belajar yang dibuatnya dapat menjembatani penguatan pendidikan karakter pesertadidik dalam aspek partisipasi, percaya diri, kerjasama, dan keberanian. “Saya merasa bangga bisa menjadi salah satu pemakalah yang terpilih dalam event nasional seperti ini,” ungkap guru dari sekolah formal yang dikelola oleh Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) tersebut.

Dirinya merupakan satu dari 63 pemakalah yang memaparkan kajian ilmiah di hadapan 334 peserta. Pemakalah tersebut adalah para guru darisemua level pendidikan, yaitu dari PAUD hingga perguruan tinggi. Sederet tokoh dan praktisi pendidikan juga turut hadir pada acara tersebut, yaitu Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang diwakili oleh Direktur Sumber Daya, Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.E.; Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Prof. Dr. NunukSuryani, M.Pd.; Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd.; Ketua Yayasan High Scope Indonesia, Ratna Dewi Antarina, S.E., M.Sc., MBA.; Tokoh Pendidikan Nonformal, Dr. Yessy Gusman, S.H., M.B.A.; serta Rektor UT, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D.

Kegiatan TING sendiri merupakan agenda tahunan yang dihelat oleh FKIP-UT untuk memperingati Hari Guru Nasional. Tahun ini, TING Ke-13 mengangkat tema “Literasi Digital dalam Penerapan Merdeka Belajar untuk Membangun SDM Unggul”. Tema tersebut diturunkan dalam sembilan tema sebagai acuan para peserta untuk membuat kajian ilmiahnya. Harapannya, hasil riset para guru dan dosen tersebut dapat menguatkan pengembangan kualitas pendidikan di Indonesia.