BIN NTT Genjot Serbuan Vaksinasi Bagi Pelajar SMP di Belu Perbatasan RI-RDTL

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Badan Intelejen Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar vaksinasi massal dengan sasaran pelajar SMP di Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Kegiatan akan berlangsung tiga hari terhitung hari Rabu 17 sampai dengan 19 November 2021.
Selain target pelajar kegiatan vaksinasi itu juga terbuka untuk masyarakat umum.

Sesuai pantauan media, Rabu (17/11/2021) kegiatan vaksin massal hari pertama menyasar pelajar SMP Negeri 2 Atambua, Kecamatan Atambua Selatan dan SMP Negeri 1 Atambua, Kecamatan Kota.

Kegiatan vaksinasi kerjasama Binda NTT dan Pemerintah Belu melalui Dinas Kesehatan melibatkan Nakes Puskesmas Haliwen, Puskesmas Umanen, Puskesmas Atambua Selatan dan Puskesmas Kota Atambua.

Menurut Kabag Ops Binda NTT Kolonel Arm. Anton Popang, pelaksanaan vaksin ini untuk mendukung percepatan program Presiden Joko Widodo demi terwujudnya herd immunity (kekebalan komunal) 70-80 persen.

Dituturkan, pelaksanaan vaksinasi dengan sasaran pelajar ini juga dalam rangka mendukung dimulainya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ditengah pandemi Covid-19.

Kegiatan vaksinasi ini Binda NTT targetkan mencapai 23.200 dosis, baik dosis pertama maupun dosis kedua yang akan dilaksanakan di 4 Kabupaten yakni, Kabupaten Kupang, Belu, Timor Tengah Utara dan Timor Tengah Selatan pada bulan November ini hingga Desember.

“Khusus untuk Provinsi NTT target 23.200 (dosis I dan II) untuk bulan November dan Desember di 4 Kabupaten dan tidak menutup kemungkinan di Kabupaten lain selama capaian target itu harus dicapai,” terang Anton.

Jelas dia, pelaksanaan vaksinasi ini sudah dilakukan di Kabupaten Kupang dua hari lalu. Untuk Kabupaten Belu kita target 4.000-5.000 dosis yang akan dilaksanakan selama tiga hari kedepan terhitung hari ini sampai dengan hari Jumat.

“Setelah Belu akan dilaksanakan di TTU selama tiga hari dari tanggal 22-25 dengan target 3.800 dosis. Selanjutnya ke TTS pada 24-25 November dengan target 2.500-3.000 dosis,” ungkap Anton.

Masih menurut dia, jenis vaksin yang diberikan yakni Sinovac. Selain sasaran pelajar yang menjadi prioritas, pelaksanaan vaksinasi ini juga diberikan untuk masyarakat umum.

“Setelah itu kita evaluasi dan akan dilaksanakan lagi di bulan Desember. Mudah-mudahan target yang diharapkan di Kabupaten Belu bisa tercapai ataupun terlampau termasuk di Kabupaten lainnya,” ungkap Anton kepada awak media di sela-sela kegiatan.

Sementara Plt. Kadis Kesehatan Belu, Siprianus Mali menyampaikan terima kasih kepada BIN NTT yang telah melaksanakan vaksinasi di Kabupaten Belu khususnya untuk para pelajar. Sebab, selama ini capaian vaksinasi belum mencapai target sebagaimana program Presiden Jokowi.

“Sampai sekarang capaian kita masih di bawah, masih kurang sehingga memang membutuhkan dukungan semua pihak, sehingga sasaran kita masih cukup banyak ini bisa mencapai target yang disampaikan oleh Presiden,” ucap Siprianus.

Melalui kegiatan pemberian vaksinasi dengan sasaran pelajar ini diharapkan bisa mencapai target sehingga kegiatan belajar di sekolah bisa berlangsung tatap muka dalam kegiatan belajar mengajar.

Dalam kesempatan itu, salah seorang pelajar SMP Negeri 1 Atambua Gek Muskanan bersama beberapa temannya yang menerima vaksin usai mengaku sangat senang dengan kegiatan vaksinasi yang diberikan olah Binda NTT.

“Vaksinasi yang kami terima hari ini bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu kami sudah bisa mengikuti proses belajar tatap muka di sekolah tidak lagi online. Terimakasih untuk BIN NTT yang sudah melaksanakan kegiatan vaksinasi hari ini,” ujar mereka.