Kasus Penghadangan dan Penganiayaan, Awal Bulan Januari Polisi Bakal Periksa Bupati TTU

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Aparat penyidik Polres Timor Tengah Utara (TTU) merencanakan akan memeriksa Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, awal bulan Januari 2021 mendatang.

Bupati Ray sebagai terlapor bakal diperiksa penyidik karena diduga keras menganiaya Margorius Bana tanggal 6 Desember 2020 lalu di Desa Oelneke, Kecamatan Musi.

“Surat panggilan pertama tanggal 24 Desember 2020 sudah dilayangkan penyidik untuk klarifikasi di Mapolres TTU. Namun Bupati TTU tidak tidak hadir dan tidak memberikan keterangan atau alasan kenapa tidak hadir. Karena itu penyidik akan mengirim ulang surat panggilan kedua tanggal 4 Januari 2021. Semoga Bupati TTU hadir untuk dimintai keterangan,” jelas Charlie Yustus Usfunan, SH, MH, Penasehat Hukum (PH) dari Margorius Bana, usai mengecek perkembangan penanganan kasus itu di Mapolres TTU, Senin (28/12/2020) siang.

Usfunan juga menyesalkan kenapa sudah tiga minggu, hasil visum et repertum dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat, belum terbit.

“Dan Pak Kasatreskrim telah berjanji akan mengirim surat ke pihak rumah sakit agar segera mengirim hasil visum. Sebab itu adalah salah satu alat bukti penting dalam penyidikan tindak penganiayaan,” ungkap Charlie Usfunan.

Ia berharap kasus tersebut diproses tuntas dan penanganannya terbuka sehingga menjadi efek jera untuk pelaku lainnya yang bertindak main hakim sendiri.

Menurut Charlie kehadirannya di Mapolres TTU untuk memastikan jelas perkembangan kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes kepada kliennya, sudah sejauh mana.

Sebelumnya diberitakan, Margorius Bana alias Goris Bana (42), warga Jalan El Tari RT 001/RW 01, Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, mengadukan secara resmi Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, kepada aparat Kepolisian Resort (Polres) TTU, Senin 7 Desember 2020.


Pasalnya Bupati TTU menganiaya dirinya ketika terjadi bentrok antar massa pendukung Pilkada TTU di Desa Oelneke, Kecamatan Musi, Minggu (6/12/2020) malam.

“Bupati TTU tinju saya tiga kali pakai tangan kiri. Pertama di dada saya, kedua di bahu kiri saya dan ketika di dagu dekat pipi kanan. Mungkin karena dia pakai cincin sehingga dagu sempat luka dan bengkak,” jelas Bana kepada wartawan di Kefamenanu, Selasa (8/12/2020) malam.

Padahal, lanjut Bana, ia tidak punya masalah atau dendam dengan Bupati TTU sebagai pribadi maupun sebagai pejabat. Ia menduga Bupati TTU menganiaya dirinya terkait Pilkada Serentak TTU yakni dukung mendukung paket pasangan calon tertentu.

“Saya akan proses hukum kasus ini sampai tuntas. Saya juga sudah ambil visum et repertum di rumah sakit, diantar dan ditemani penyidik dari Polres TTU,” tukasnya kesal.

Keterangan Foto : Penasihat Hukum, Charlie Yustus Usfunan, S.H, M.H.