Korupsi Dana Desa, Jaksa Sita Dua Unit Mobil dan Satu Unit Sepeda Motor Milik Kades Makun

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Dua unit mobil dan satu unit sepeda motor milik Matheus Anoit, Kepala Desa Makun disita aparat penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Aset milik Anoit itu disita jaksa setelah ia ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana desa senilai Rp 700 juta. Selain Anoit, jaksa juga menetapkan Bendahara Desa Makun, Krisantus Atitus sebagai tersangka.

Anoit dan Atitus yang ditetapkan sebagai tersangka pada 14 Oktober 2021 lalu, langsung ditahan dan dititipkan di sel Mapolres TTU.

Adapun aset atau harta milik Anoit yang disita jaksa yaitu satu unit mobil merek Daihatsu Terrios No.Pol: N 1582 DV, satu unit truk No.Pol: DH 8454 DD, satu unit sepeda motor Kawazaki KLX tanpa plat nomor ditambah satu unit mesin cetak batako.

Foto truk milik Kades Makun yang disita Kejari TTU.

Selain itu, dari tangan Anoit, jaksa juga menyita uang tunai sebesar Rp 176 juta lebih.

“Aset atau harta yang diduga hasil dari korupsi dana desa di Desa Makun, sudah disita oleh tim penyidik jaksa,” jelas Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, SH, MH, melalui Kasie Intel Benfrid Ch Foeh, SH, Sabtu (06/11/2021).

Kedua tersangka, lanjut Benfrid Ch Foeh, S.H, dijerat dengan pasal 12 huruf i dan pasal 8 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Ancaman hukuman minimal 4 tahun hingga maksimal 15 tahun penjara,” tukasnya.

Foto : Motor milik Kades Makun, jenis Kawasaki KLX diamankan Kejari TTU

Baca juga : Korupsi Dana Desa Rp 700 Juta, Kades Makun dan Bendahara Ditahan Tim Penyidik Kejari TTU 

Sebelumnya diberitakan, Paulus Bau Modok, SE, Ketua Gerakan Rakyat Peduli Demokrasi dan Keadilan Kabupaten Timor Tengah Utara (Garda TTU) di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendesak jaksa segera menangkap Kepala Desa (Kades) Makun, Matheus Anoit.

“Seorang kades di desa terpencil memiliki aset pribadi yang tidak wajar, patut dipertanyakan. Apalagi menurut laporan BPD setempat, Kades Makun diduga telah menyelewengkan dana desa sebesar Rp 1.691.641.017 selama dua periode menjabat,’ jelas Paulus Bau Modok dalam siaran persnya, Minggu (30/5/2021).

Dugaan penyelewengan itu belum terhitung pengelolaan dana desa tahun anggaran 2019 senilai Rp 1.413.584.000. Dalam tahun 2019 lalu, pengelolaan dana desa diambil alih langsung oleh Kades Makun tanpa melibatkan BPD perangkat desa lainnya.

“Patut diduga keras, dana desa telah diselewengkan Kades Makun untuk memperkaya diri. Buktinya, ia punya dua rumah mewah, empat unit mobil, dan 4 bidang tanah,’ papar Paulus Bau Modok.

Menurutnya, kekayaan yang dimiliki Kades Makun tidak wajar. Sebab awalnya sang kades cuma seorang petani miskin dan juga bukan seorang pengusaha. Tiba-tiba punya aset pribadi dengan jumlah yang tidak wajar, patut dicurigai.

“Karena itu saya mendesak jaksa periksa dan tangkap Kades Makun,” tambahnya.

Foto : Mobil milik Kades Makun, merek Daihatsu Terrios No.Pol: N 1582 DV diamankan pihak Kejari TTU.