Status Dugaan Korupsi DD Maktihan Ditingkatkan ke Tahap Penyidikan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Status kasus dugaan korupsi Dana Desa Maktihan, Kabupaten Malaka ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu.

“Yang sudah ditingkat ke tahap penyidikan baru Desa Maktihan,” ujar Kajari Belu, Alfonsius Loe Mau kepada media, Selasa (19/10/2021).

Dikatakan bahwa, dari 12 kasus dana Desa di Kabupaten Malaka tujuh diantaranya tengah ditangani pihak Kejaksaan Negeri Belu. Tujuh Desa dimaksud antara lain Desa Alala, Desa Naas, Desa Manumutin Silole, Desa Tafuli, Desa Raiulun dan Desa Maktihan.

“Dari tujuh dana Desa itu, satu Desa Maktihan sudah tingkatkan ke tahap dik,” terang Alfonsius.

Menurut dia, laporan resmi kasus 12 Desa telah diterima dari Pemda Malaka. Selanjutnya, sudah dikasih kesempatan untuk pengembalian dan ada yang kembalikan tapi tidak signifikan.

“Anggarannya variasi, ada yang tahun 2018 dan 2019. Ada yang tidak lakukan pengembalian sehingga kami tindaklanjuti dengan penyelidikan,” ujar Kajari Belu itu.

Tambah Alfonsius, pihaknya juga tidak menerima begitu saja dari inspektorat. Tapi langsung ke lapangan untuk cek bersama mengundang Dinas Teknis dan pihak pelaksana biar objektif, dan sudah hampir sebulan kami lalukan pemeriksaan.

“Memang ada desa yang sudah memperbaiki. Kemungkinan bisa saja berkurang atau bertambah sesuai hasil pemeriksaan kaitan dengan jumlah kerugian yang terjadi,” sebut dia.

Tegas Alfonsius, terhadap desa yang menimbulkan kerugian dengan jumlah cukup besar kami tindaklanjuti. Hasil pemeriksaan dilapangan ditemukan satu fiktif jadi total kasus 13 dana Desa.

“Kita prioritaskan yang fisik 20 persen tapi anggaran yang cair 200 persen. Kita prioritaskan terkait kerugian besar. Ada yang cicilan tapi tdk signifikan. Untuk kegiatan fiktif tidak ada toleransi, sekarang masih cek di lapangan berapa kerugian pekerjaan fiktif itu,” ucap Alfonsius.

Lanjut dia, kasus Desa Maktihan dinaikkan ke tingkat penyidikan, enam sementara penyelidikan. Lain masih tunggu perhitungan dari tim teknis soal kerugian dan juga dari pihak pelaksana.

“Dalam minggu ini akan tingkatkan lagi satu kasus, sementara masih menunggu perhitungan dari tim PU dan inspektorat Malaka,” tutup Alfonsius.