Distribusi Air dan Bansos Dampak Kekeringan Disalurkan

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kota Kupang melalui Badan Penganggulangan Daerah (BPBD) telah mendistribusikan air ke warga Kota, sebagai upaya antisipasi dampak kekeringan berkepanjangan. Anggaran sebesar Rp120 juta digelontorkan dengan target kinerja sebanyak 5.565 warga miskin Kota.

Kepala Palaksana (Kalak) Jimy Didok, kepada wartawan diruang kerjanya, Senin mengatakan, pendistribusian air ke warga untuk antisipasi kekeringan sudah mulai disalurkan. Sebanyak 1000 tangki disalurkan untuk 5.565 warga Kota.

“Kita mulai salurkan sejak pekan lalu. Kita siapkan 1000 tangki, paling banyak pada warga yang berada di penggiran kota Kupang,” kata Didok.

Didok mengatakan, dari 51 Kelurahan di kota Kupang, hanya 29 kelurahan yang mengajukan permohonan pendistribusian air itu, sementara 22 Kelurahan lainnya, tidak mengajukan, pascah BPBD menyurati masing-masing Lurah.

BPBD, sebut Jimy, sebelumnya telah menyurati para lurah se-Kota Kupang untuk mengajukan nama-nama warga miskin penerima bantuan itu, namun kemudian hanya 29 Kelurahan yang mengajukan.

Kata Jimy, penerima bantuan itu sudah melalui survei setelah pihak kelurahan mengajukan bantauan itu. Sehingga distribusi air itu, dipastikan benar-benar tepat sasaran.

Untuk memenuhi kebutuhan 5.656 KK itu, pemerintah mengambil upaya taktis. sistem pelayananan akan disesuaikan, tidak dari rumah, melainkan dalam bentuk kelompok, yakni tempat atau tandon yang telah dibagi akan di isi air untuk dipakai setidaknya diatas delapan KK. Pemkot sendiri, sebelumnya telah mendistribusikan 97 tandon.

Pemerintah Kota, menyalurkan bantuan air itu, sebagai upaya antisipasi dampak kekeringan berkepanjangan yang melanda Kota Kupang. BMKG menyebut, Kota Kupang menjadi daerah yang mengalami dampak kekeringan dengan limit waktu yang lebih panjang (100 hari) dibandingkan dengan wilayah lainnya, yang berkisaran 40 sampai 60 hari

Pemkot juga sedang menyalurkan bantuan beras bagi warga terdampak kekeringan. Bantuan itu berasal dari dua sumber, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) dan Kota Kupang.

Untuk BNPB, menjangkau warga miskin sebanyak 17.000 ribu, dengan masing-masing kepala Keluarga (KK) mendapatkan 12 kilogram beras. Sementara dari kota Kupang menjangkau 6000 warga terdampak, dengan masing- masing KK mendapat 15 kilogram. Bantuan itu, disalaurkan selama 12 bulan ke depan.