Dua Tersangka Spesialis Pencurian Sapi Terancam 5 Tahun Penjara

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dua pelaku spesialis pencurian sapi milik warga berinisial SE dan PA resmi ditetapkan sebagai tersangka pasca diringkus Tim Buser Polres Belu kemarin.

Saat ini keduanya telah mendekam di sel tahanan Mapolres Belu. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 363 ayat 1 KUHP dan pasal 1 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951 tentang bahan peledak dan senjata api.

Demikian Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh dalam konferensi pers di aula merah putih Polres Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Sabtu (31/7/2021) siang.

Dia menjelaskan bahwa, pencurian sapi yang cukup meresahkan warga masyarakat ini terjadi di hutan Webora, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat.

“Tersangka SE ditangkap awal berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat kepada pihak Kepolisian. Masyarakat mendengar suara letupan senjata api di tengah hutan,” ujar Khairul.

Dikatakan, Aparat Kepolisian (Tim Buser) usai menerima laporan bersama masyarakat langsung mencari tahu kejadian dari asal suara tembakan tersebut.

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ditemukannya tersangka SE sementara memikul daging sapi. Selain itu senjata api jenis Refile peninggalan jaman Belanda oleh SE dikalungkan pada lengan sebelah kanan, sedangkan parang diikatkan di pinggang.

Saat itu juga jelas Khairul, pelaku langsung diamankan dan digelandang ke Mapolres Belu guna proses lebih lanjut. “Untuk pelaku lainnya PA berhasil diamankan setelah penyidik melakukan pengembangan dari tersangka SE,” terang dia.

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan lanjut Kapolres Belu, kedua tersangka mengaku telah 5 (lima) kali melakukan pencurian ternak sapi.
Sapi yang telah dicuri tambah Kapolres, kemudian dipotong di tempat yang aman lalu dijualkan ke masyarakat.

“Alasannya karena faktor ekonomi, sehingga mereka nekat melakukan pencurian hewan ternak milik warga. Pengakuannya sudah 5 kali dan tidak saja di wilayah Belu tapi juga dilakukan di wilayah Kabupaten TTU,” ujar Khairul.

Ditegaskan, kasus ini akan kita kembangkan karena tidak menutup kemungkinkan ini sebuah jaringan spesialis pencurian ternak yang selama ini meresahkan masyarakat.

“Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat 1 KUHP dan pasal 1 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951 tentang bahan peledak dan senjata api,” sebut Khairul.

Untuk barang Bukti (BB) telah dilakukan penyitaan dan diamankan yakni satu pucuk senjata api jenis Refile buatan Belanda, satu lembar kulit sapi warna merah dengan cap bertuliskan BLB serta sebilah parang dengan ukuran 30 cm.

“Dari hasil penyidikan dan barang bukti yang ada, kedua tersangka kita terapkan 2 pasal dengan ancaman hukumannya di atas 5 tahun,” papar Khairul.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Kabag Ops, AKP I Nengah Sutawinaya, Kanit Pidum Sat Reskrim, AIPTU Marselinus Woan Goran, Kasi Propam, IPDA Mahrim, Paur Subbag Humas, AIPDA Sukirman, anggota Reskrim dan Humas serta awak media cetak online maupun elektronik dan cetak.