Tak Ada Perhatian, Anggota DPRD Belu Martina Kolo Hale Perbaiki Jalan Rusak di Desa Fulur Secara Sukarela

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Setahun lebih kerusakan jalan raya di Joltoi Babalai, Dusun Rapolete, Desa Fulur, Kecamatan Lamaknen tidak mendapat perhatian dari Pemerintah untuk memperbaiki jalur utama ke perkampungan tersebut.

Jalur akses yang menghubungkan Desa Fulur ke desa tetangga dalam wilayah Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-RDTL itu ambruk kurang lebih 400 meter.

Terdapat tiga titik kerusakan di sepanjang akses utama menuju perkampungan Desa. Jalan tersebut merupakan jalan satu-satunya yang setiap hari dilalui oleh kendaraan beroda dua maupun empat.

Akibat ambruknya jalan tersebut, warga yang menggunakan kendaraan untuk bepergian ke Desa maupun ke luar Desa yang lebih cepat terpaksa harus memutar jauh mengikuti jalur lain dan jauh.

Kondisi kerusakan jalan setahun lebih yang tak diperhatikan mendapat keprihatinan dari Anggota DPRD Kabupaten Belu, Martina Kolo Hale yang tak lain merupakan anak asli dari Desa Fulur.

Didukung penuh oleh suaminya Beni Kaligis, Anggota Dewan asal PKB itu secara sukarela gunakan uang pribadi memperbaiki kerusakan jalan yang menjadi jalur utama bagi warga setempat untuk bepergian.

Perbaikan jalan menggunakan alat berat yakni excavator pada Senin kemarin. Dalam sehari, jalan yang rusak itu langsung selesai dikerjakan dan bisa dilalui kendaraan warga.

Kepada media, Martina sapaan akrab Sekretaris Fraksi PKB DPRD Belu itu menuturkan, perbaikan jalan tersebut berawal dari keprihatinan dirinya yang melihat sudah setahun lebih tidak ada perhatian untuk diperbaiki.

Akui dia, meski bukan berasal dari daerah pemilihan III, perhatian dan kepedulian kepada rakyat tidak hanya berpatokan pada konstituen dapil yang memilih tapi seluruh rakyat.

Ditekankan, perbaikan kerusakan jalan itu murni pribadi bentuk kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan. Tidak ada tendensi politik dalam perbaikan jalan itu, karena itu kewajiban sebagai wakil rakyat.

“Saya wakil rakyat, dipilih rakyat. Memang, saya dipilih rakyat dari dapil satu. Namun, sebagai wakil rakyat tidak saja perhatian pada konstituen asal dapil, tapi pada seluruh rakyat Belu dan itu sesuai sumpah saat pelantikan sebagai Anggota DPRD Belu,” papar Martina.

Lanjut dia, kondisi kerusakan jalan tersebut sangat urgen bagi warga setempat. Apalagi, sudah setahun lebih tidak ada perhatian dari Pemerintah untuk perbaiki akses utama menuju Desa Fulur.

Martina berkomitmen, sebagai wakil rakyat kepedulian dan perhatian dirinya tidak saja pada konstituen dapilnya. Jika ada hal urgen yang berhubungan dengan hajatan atau kepentingan orang banyak, dirinya siap membantu.

“Kedepan, apabila ada hal urgen terkait dengan kepentingan orang banyak sebagai wakil rakyat sudah jadi kewajiban membantu rakyat,” tandas Anggota DPRD Belu dua periode itu.

“Saran saya kedepan kerjasama sama yang baik Pemerintah Desa dan warga untuk melakukan reboisasi di sekitar lokasi jalan raya sehingga tidak terjadi longsor,” sambung Martina.