Rencana KBM Tatap Muka di Bulan Juli, Siswa Terpapar Covid-19, Sekolah Langsung Ditutup

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kota (Pemkot) bakal melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka Juli mendatang. Salah satu syaratnya, semua guru wajib divaksin tanpa terkecuali. Sembari memulai, evaluasi akan terus dilakukan. Jika satu saja siswa terpapar covid-19, sekolah langsung ditutup.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Kupang, Dumul Djami, kepada wartawan mengatakan, evaluasi akan dilakukan berkala atas KBM tatap muka itu. Hal-hal mengenai pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah telah dipersiapkan dengan baik.

“Kita beraharap prosesnya berjalan dengan baik. Evaluasi akan tetap dilakukan. Apabila salah satu siswa terpapar covid-19, maka KBM dihentikan. Sekolah itu akan langsung ditutup dan kembali memberlakukan pembelajaran dari rumah,”katanya.

Djami mengatakan, kapasitas siswa dalam KBM itu, masih dibatasi, 50 persen, dan bakal memberlakukan shift. Dinas masih menggodok pola shift itu. Apakah diberlakukan shift pertama dan kedua dalam satu hari dalam waktu berbeda, atau dua shit dalam dua hari.

Djami mengatakan, bagi otang tua, yang belum merelakan anaknya mengikuti KBM, maka disampaikan ke sekolah, sehingga bisa dilayani secara daring.

Djumul mengatakan, salah satu syarat mutlak diberlakukan KBM itu, adalah semua guru wajib divaksin. Namun jika terdapat penyakit bawaan yang memungkinkan tidak bisa divaksin, maka juga akan tetap mengajar secara daring, dari ruang guru.

Djami mengatakan, 60 persen guru di Kota Kupang sudah menjalani vaksin, sementara 40 persen lainnya belum, sebagian sudah terdaftar dan dalam antrian. Djami berharap, para guru pro aktif melakukan vaksinasi.

Dinas P dan K mencatat, jumlah guru Sekolah Dasar (SD) di Kota Kupang sebanyak 2.338 guru, Sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 509 orang dan guru TK 722 orang.

Pembarlakuan KBM tatap muka, kata Djumul, berdasarkan SKB 4 Mentri, yang dikeluarkan maret Tahun 2021, dimana syarat mutlak diberlakukan KBM tatap muka, adalah semua guru wajib divaksin. Sehingga kota Kupang siap melaksankannnya, dibandingkan dengan SKB 4 mentri terdahulu.

SKB 4 Mentri terdahulu, tidak memuat syarat mutlak pelaksanaan vaksin bagi guru, melainkan bedasarkan zona. Daerah yang masih dikategorikan zona merah, belum diinzinkan memberlakukan KBM tatap muka.

“Oleh karena itu, SKB 4 menteri terdahulu, yang menekankan pada zona itu, tidak digunakan lagi, digantikan dengan sudah seberapa banyak guru yang sudah divaksin. Jadi syarat utamanya, guru-guru harus sudah divaksiin,” katanya.

Djumul mengaku sudah berkoordinasi lebih jauh dengan Dinas Kesehatan, agar bisa memprioritaskan vaksin bagi para guru dan sudah mendapatkan tanggapan yang baik. Guru-guru akan diprioritaskan. Dumul berharap, sebelum akhir Juni, semua guru sudah selesai divaksin

Kepala Dinas Kesehatan Retnowati, dikonfirmasi mengaku masih menunggu laporan dari dinas pendidikan. Data tersebut dimaksudkan agar dinas kesehatan dapat mengetahui sebaran sekolah dan guru yang belum mendapat vaksin.

Dia menyebut, dinas kesehatan akan menyiapkan vaksin jika dari laporan dinas pendidikan diketahui masih ada sekolah dan tenaga pendidik yang belum melakukan vaksin. Langkah ini, menurutnya sebagai dukungan atas rencana dibukanya sekolah tatap muka.(YM)