Keterbukaan Informasi Publik Itu Kewajiban

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Romanus Ndau, Komisioner komisi Informasi Pusat secara resmi membuka kegiatan Focus Group Discussion Daerah, indeks keterbukaan informasi publik (IKIP) tahun 2021, yg diselenggarakan di Hotel Aston Kupang, Rabu, 5 Mei 2021. Dengan menghadirkan Bupati Kupang Korinus Masneno yg juga bertindak sebagai narasumber, Asisten 2 Setda Kab. Kupang Amos Ully, Prof. Ibnu Hammad selaku tim ahli IKIP, Komisioner Komisi Informasi Prov. NTT, Kelompok Kerja Daerah IKIP Prov. NTT, Informan ahli IKIP Prov. NTT serta undangan lainnya.

Romanus Ndau menjelaskan program IKIP ini merupakan program prioritas Komisi Informasi yg telah ditetapkan dlm RPJMN 2019-2024. Dan pada thn 2021 memiliki target tersusunnya IKIP seluruh Indonesia. Serentak pada bulan April-Mei 2021 ini, disampaikan Romanus Ndau dilaksanakan FGD IKIP di 34 Provinsi dan berakhir di Provinsi NTT. Kawan-kawan Pokja (kelompok kerja) daerah diharapkan Romanus agar bekerja optimal dan data-data sekunder tersedia dgn baik. Karena menurutnya sebuah daerah itu dikatakan maju jika ada transparansi.

Selain itu kepada pemimpin daerah, asah kecerdasan saja tidak cukup, perlunya asah keberanian demi menunjang kinerja. Rasa salutnya kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat karena berani melakukan terobosan-terobosan demi perbaikan daerah menjadi maju dan sejahtera. Ilustrasinya, jika infrastruktur daerah buruk, otomatis informasinya juga pasti buruk. Budaya keterbukaan itu sangat krusial demi mendorong kemajuan suatu daerah.

Roman Ndau turut mendorong Kabupaten Kupang utk terus maju dari sisi informasi. Ucapan terima kasih dari Roman kepada Bupati Kupang atas kesiapan beliau menjadi narasumber dan menjawab 85 pertanyaan terkait IKIP di Pemkab. Kupang.

Dari sisi informasi, Bupati Kupang menuturkan sejauh ini berjalan baik. Terkait pemanfaatan informasi publik dlm pemberitaan, Instansi Pemkab Kupang ada: Lembaga Penyiaran Publik Lokal-Radio Suara Kabupaten Kupang, Juru Bicara, dokumentasi pimpinan, dan Dinas teknis lainnya dalam berbagi informasi, serta bangun kemitraan dgn Pers. Diakuinya, keterbukaan informasi adalah sebuah kebutuhan, tak ada rumus sembunyi informasi. Diharapkan kita bisa saling berbagi informasi, apa adanya, komprehensif dan ada asas manfaatnya.

Terkait pemberian skor berupa angka (nilai) yg nantinya diberikan kepada kami, Bupati katakan bahwa jika nilai rendah, tak masalah, intinya segala kritikan, kekurangan nantinya bisa dilengkapi, bisa diperbaiki utk lebih baik kedepannya. Kita dorong keterbukaan informasi dgn cepat, akurat, tuntas, baik dalam tugas, dalam tanggung jawab, dalam pelayanan publik, dalam karya, juga dalam tujuan untuk kebaikan bersama.

Dengan nada merendah Masneno utarakan, dalam karya bukan saja soal terampil, tapi juga soal niat baik untuk bekerja, “dari usia, saya sudah tua, saya janganlah di puji, cukuplah dgn memberi penguatan bagi saya lakukan perbaikan”, tutupnya diakhir sambutan.