Dilaporkan Dugaan Korupsi Pembuatan Maket Proyek Universitas Timor ke Polisi, Kabag Perencanaan Pukul Mantan Kasubag Penjamin Mutu

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Robertus Kefi, mantan Kasubag Penjamin Mutu Universitas Timor (Unimor) dipukul Petrus Damianus Oni Oetpah. S.Fil, Koordinator Bagian Perencanaan, Humas dan Kerjasama.

Peristiwa pemukulan yang terjadi di Rektorat Unimor pada Jumat (30/05/2021) pukul 14.30 Wita, sontak mengagetkan seluruh staf yang masih beraktifitas yang siap menjadi saksi jika peristiwa tersebut berlanjut diproses hukum.

Korban pemukulan, Robert Kefi yang dikonfirmasi NTTOnlinenow.com membenarkan peristiwa pemukulan yang menimpa dirinya.

“Iya betul, saya diserang tiba – tiba dengan beberapa pukulan yang berhasil saya tangkis”, kata Robert.

Dijelaskannya lebih lanjut, Petrus Oetpah datang ke Rektorat langsung menuju kepadanya dan bertanya dengan nada marah, apakah dia yang melapor ke polisi diikuti beberapa pukulan atas dirinya.

“Dia datang dari sana langsung teriak bilang kau yang lapor soal itu di kantor polisi? Langsung dia pukul empat kali ke arah ulu hati saya dan saya berhasil menangkis. Pukulan ke lima saya tangkis lagi dan refleks tangan saya mengenai bibirnya dan pecah. Sempat ada yang melerai namanya, Tigor. Saya bilang ke pak Petrus Oetpah, kalau pak mau berkelahi, lepas saya dan pak saja. Yang staf lain dan teman – teman Rektorat jangan ada yang gabung”, tantang Robert ke Petrus Oetpah.

Kronologis kejadian, dibeberkan Robert Kefi, Petrus Oetpah tidak sendirian mendatanginya. Dugaan Robert, sudah ada rencana sejak awal sehingga mereka beramai – ramai ke Rektorat.

Saya sempat lihat, di belakang pak Petrus Oetpah ada banyak pengikut. Jumlah mereka mendekati 20 orang. Diantaranya ada ibu Margaretha Laga dan suaminya Orgenes Lim. Dari situ, saya langsung menuju ke kantor polisi dengan tujuan membuat Laporan Polisi. Di sana polisi langsung menghubungi pelaku dan mereka dipanggil. Saat itu pak Petrus Oetpah memenuhi panggilan polisi diikuti beberapa rekannya. Mereka langsung meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Atas mediasi pihak kepolisian Resort Timor Tengah Utara akhirnya terjadi perdamaian yang tertuang dalam Surat Pernyataan Damai.

Tiga orang saksi dalam perdamaian itu, yakni Pembantu Rektor Universitas Timor, Berno Benigno Mitang, Charles A. Usboko dan Orgenes Lim.

Disinggung mengenai motif pemukulan, Robertus Kefi mengaku tidak pernah ada masalah dengan pelaku. Namun berdasarkan pertanyaan Petrus Oetpah sebelum berupaya menghujani dirinya dengan beberapa kali pukulan, “diduga” pelaku marah dan terganggu atas laporan polisi, terkait dugaan korupsi maket Proyek Universitas Timor yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 5 miliar 285 juta.

Baca juga : http://www.nttonlinenow.com/new-2016/2021/05/02/tipikor-polres-ttu-mulai-selidiki-pembuatan-maket-proyek-kampus-universitas-timor-senilai-rp-52-m/

“Menyangkut laporan ke polisi, siapa saja berhak melapor jika mengetahui ada dugaan tindak pidana korupsi. Apalagi akibat dari korupsi itu sampai merugikan Keuangan Negara. Dan menyangkut keterlibatan Petrus Oetpah dan dua rekan lainnya sebagai Panitia Pelelangan, ada saatnya PPK kalau diperiksa akan membeberkan keterlibatan pihak manapun. Karena PPK lebih tahu jelas soal itu. Hanya bukan dengan cara menyerang saya seperti itu”, jelas Robert saat dikonfirnasi NTTOnlinenow.com Senin (03/05/2021) pagi di Kefamenanu.

Sementara ini, Robert mengatakan, ia lebih fokus atas laporannya ke Unit Tipikor Polres TTU terkait Dugaan korupsi Dana Hibah Yayasan Sandinawa ke Universitas Timor sebesar Rp4 miliar. Namun karena pihak kepolisian lebih cenderung laporan itu ke dugaan Penggelapan Dana, sehingga ia masih mempelajari lagi kasus itu untuk dilaporkan dugaan Penggelapan Dana sebesar Rp4 miliar. Pasalnya laporan itu, lanjut Robert pernah ditangani pihak Kejaksaan Negeri TTU namun dihentikan tanpa alasan yang jelas.

Keterangan Foto : Surat Pernyataan Damai