Diisukan “Perintah” Bupati dan Wabup TTU Cabut SK Ribuan Guru Teko Produk Politik Raymundus, Hendrik Bana : Itu Tidak Benar

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Ketua DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Hendrik F Bana SH, mengaku sangat geram dan kecewa atas beredar luasnya isu-isu di medsos beberapa hari terakhir ini, oleh oknum tertentu. Yang mana isi postingan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan dan diduga kuat merupakan upaya – upaya oknum tertentu untuk mengganggu kinerja Bupati dan Wakil Bupati periode 2021 – 2025.

Hendrikus Bana diisukan sangat angkuh dan berani mengamcam dan mendikte Bupati TTU, David Djuandi dan Wabup TTU, Eusabius Binsasi agar mencabut ribuan SK Pengangkatan Guru Tenaga Kontrak (Teko).

Dengan alasan SK Pengangkatan guru teko itu adalah produk politik dari mantan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt dalam rangka memenangkan istrinya, Kristiana Muki dalam Pilkada Serentak 2020 lalu.

Foto screen

Sementara pengangkatan guru teko seharusnya berpedoman pada Peraturan Bupati TTU Nomor 10 Tahun 2012 tentang SOP Penerimaan Tenaga Kontrak Daerah Kabupaten Timor tengah Utara.

“Pernyataan itu tidak benar, tidak akurat. Mana mungkin saya seorang ketua DPRD membuat pernyataan sebodoh itu. Ini hal yang tidak masuk akal. Kalau saya dituduh seperti itu perlu ada pembuktian. Pemikiran saya, hanya orang bodoh saja yang berani menyebar fitnah, isu murahan di medsos, dengan bersembunyi di balik akun palsu”, jelas Ketua DPRD TTU, Hendrikus F Bana, SH saat dihubungi NTTOnlinenow.com via ponsel, Senin (22/3/2021) pagi.

Ia menegaskan tidak pernah memerintah, mendikte dan mengancam Bupati dan Wabup TTU untuk mencabut SK Guru Teko tersebut.

“Melakukan komunikasi politik antara saya dan bupati dan wabup adalah hal yang normatif dan sah-sah saja. Tapi saya tidak pernah mendikte dan memerintah”, bantahnya.

Ia mengaku, sejak terpilih sebagai Ketua DPRD TTU, ia selalu diserang dengan fitnahan dan isu-isu yang kadang membuatnya sakit hati. Meski begitu, ia tidak mau menanggapi serius. Sebab menurutnya, di dalam gelanggang politik, fitnah itu dianggap hal biasa dan tidak perlu ditanggapi.

Sebagaimana pantauan wartawan, sebuah akun bernama Lusi Seran menulis beberapa informasi yang diduga hoax di beranda Grup Facebook Biinmaffonews@yahoo.co.id tertanggal 16 Maret 2021 pukul 16.23 Wita.

Diantaranya, Lusi Seran mengungkapkan pada tanggal 13 Maret 2021 lalu digelar pertemuan terbatas antara Ketua DPRD TTU dengan Bupati dan Wabup di kediaman Ketua DPRD TTU.

Salah satu yang dibahas adalah ancaman Ketua DPRD TTU agar Bupati TTU mencabut SK Pengangkatan Guru Teko di TTU.

Foto Ketua DPRD TTU, Hendrik F. Bana, S.H