Masyarakat Kota Kupang Diminta Taat Jam Buang Sampah

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Masalah sampah di Kota Kupang terus menjadi pergumulan di Kota Kupang. Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah ini, masalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk taat pada jadwal membuang sampah, yaitu dimulai jam 18.00 Wita sampai sebelum jam 06 Wita ini membuat petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang menjadi kewalahan.

“Untuk masalah sampah di Kota Kupang, memang sampai saat ini masih terus menjadi pergumulan, karena kurangnya kesadaran masyarakat, tentang membuang pada tempat sampah yang disediakan, dan jam buang sampah yang benar, agar diangkut oleh petugas kebersihan,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Kota Kupang, Orson Nawa kepada wartawan.

Orson menjelaskan, untuk ketersediaan TPS, memang banyak kontainer sampah yang telah ditempatkan di titik-titik yang dianggap produksi sampahnya banyak, di area publik dan kawasan atau kelurahan padat penduduk.

“Sementara untuk TPS yang dibangun secara permanen, memang banyak yang sudah diganti dengan kontainer sampah, agar warga sekitar tidak terganggu,” ujarnya.

Orson menjelaskan, diharapkan pada tahun 2021 ini, masalah sampah dapat teratasi, dengan pengadaan tambahan armada dan juga kontainer sampah dan ambroll.

Dia menjelaskan, tahun 2021 ini, Dinas LHK dialokasikan anggaran untuk pengadaan Dump Truck 8 buah, kontainer sampah 43 buah, dan 8 mobil ambroll, dengan anggaran Rp 4 miliar.

Masih menurut dia, petugas kebersihan yang ada di Dinas LHK sebanyak 186 orang, dan armada kebersihan ada 38 buah.

Orson Nawa mengatakan, di tahun 2021, pihaknya mendapat tambahan armada pengangkut sampah, masing-masing delapan unit truk dump truck dan empat unit mini truck. Kini, DLHK memiliki 38 armada pengangkut sampah.

“Dengan tambahan ini, bisa mengoptimalkan peran dan tugas kami dalam mengatasi permasalahan sampah dan kebersihan di Kota Kupang. Paling tidak ini bisa membantu mobilisasi sampah yang ada,” katanya.

Orson Nawa mengatakan, untuk mendukung program prioritas Pemkot mengenai masalah kebersihan tersebut, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan rapat bersama seluruh pengawas kebersihan di Kota Kupang, akan dibuat komitmen kinerja dalam mengukur pencapain kerja. Akan ada perjanjian yang ditandatangani di atas materai, terkait tolak ukur kinerja.

Dengan komitmen bersama itu, kata Orson Nawa, kinerja masing-masing petugas kebersihan itu, bisa diukur capaian kerjanya Jika tidak ada peningkatan kinerja, maka akan ada sanski yang diberikan.

Dalam mengatasi sampah, kata dia, kerja petugas tidak boleh biasa-biasa, harus diluar kebiasaan selama ini, apalagi sudah didukung dengan tambahan armada.

Dinas DLHK sendiri, saat ini memiliki petugas sebanyak 100-an orang, terdiri dari petugas kebersihan sebanyak 60-an orang, dan pertamanan sekitar 40-an orang. Kerja masing-masing petugas ini, kata Orson Nawa, telah dibagikan.

Petugas kebersihan, lanjut Orson Nawa, fokus pada tugasnya menjaga kebersihan dan pertamanan fokus untuk merawat dan membersihkan taman yang ada di Kota Kupang. Dengan pembagian atau pemetaan sistem kerja ini, agar para petugas lebih fokus ke tugas dan tangung jawabnya masing-masing. Tidak tumpang tindih.

Dengan tambahan armada tersebut, juga ditengah musim hujan, dimana masyarakat kerap membuang sampah, terutama dari pemangkasan pohon-pohon di rumah atau lingkungan, membuat volume sampah kian bertambah. Untuk itu, DLHK akan menggandakan jadwal pengangkutan sampah setiap harinya, menjadi tiga kali lebih banyak.

Kata Orson Nawa, selama ini, jadwal pengangkutan sampah dalam satu hari hanya satu kali, mulai minggu depan, jadwal pengangkutan akan digandakan menjadi empat kali sehari, masing-masing pada pagi dan sore haru hari sebanyak dua kali.

“Jujur, di musim penghujan ini, kecendrungan masyarakat membuang sampah sembarang, terutama dahan-dahan dan ranting pohon, kita tidak bisa mengelak perilaku yang sebenarnya bukan menjadi bagian tangung jawab kami, tapi demi kebersihan dan keindahan kota, maka mulai minggu depan, volume pengangkutan sampah akan saya gandakan,” katanya.

Orson Nawa menghimbau masyarakat untuk taat terhadap jadwal pembuangan sampah, sesuai ketentuan yanga ada, yakni, sebelum jam 06.00.Wita, sehingga setelah pengangkutan, tak ada sampah lagi.

Selama ini, kata dia, masyarakat tidak mengikuti jadwal pembuangan sampah, sehingga kalaupun sudah diangkut pun, sampah tetap masih ada, karena terus dibuang masyarakat di atas jadwal itu.

Untuk itu, Orson Nawa akan gencar melakukan sosialisasi tentang ketentuan jadwal pembuangan sampah itu. Kendati belum ada sanski yang lebih tegas, Orson berharap masyarkat punya kepedulian terhadap kebersihan kota ini.

Sementara Anggota DPRD Kota Kupang, Satario Pandie menyarankan agar DLHK menempempatkan konteiener sampah lebih banyak lagi di kelurahan-kelurahan agar bisa dijangkau masyarakat.

“Selama ini jangakauan masyarakat, ada yang dekat, namun ada yang masih jauh, satu-satunya jawaban ke depan, adalah menambah komteiner itu, bila perlu disetiap kelurahan, kalau kelurahan luas, bila perlu lima sampai enam konteiner,” katanya.

Setelah penempatan konteiner, harus pula dibarengi dengan sosialisasi agar diketahui masyarakat. Kepada masyarakat pun, harus punya kesadaran setelah adanya konteiner sampah itu. Masyarakat juga harus betul-betul membuang sampah-sampah pada tempatnya.

“Kadang selama ini, mereka diatas motor atau mobil, lalu buang saja, sehingga tidak masuk ke dalam, nah kedepan, perilaku seperti ini, tidak boleh lagi terulang,” katanya.