Pemkot Kupang Siapkan Langkah Tangani Sampah

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah Kota (Pemkot) dalam mengatasi sampah di Kota Kupang. Sejumlah agenda besar tengah dan sudah dicanangkan dalam mengatasi permasalahan sampah itu. Selain pencanangan hari pembuangan sampah, pemkot juga mendorong pengolahan sampah menjadi nilai ekonomis. Sanksi tegas juga perlu ditegakan.

Asisten II Setda Kota Kupang Elly Wairata, kamis (25/02/2021) mengatakan, dalam pencanganan hari pembuangan sampah itu, akan melibatkan juga para pelajar dan diharapkan dapat mengingatkan orang tua mereka agar tidak membuang sampah sembarangan.

Pelibatan para pelajar ini, kata Wairata, dinilai penting. Proses edukasi pembuangan sampah akan dimulai di sekolah-sekolah, dan diharapkan para pelajar itu bisa mempraktekan nilia-nilai edukasi itu dalam keluarga.

“Ini harus disadarkan, sehingga akhirnya orang tua itu menjadi sadar, karena orang tua ini terkadang sudah mengerti. Tapi perilaku buang sampahnya selalu ada, barulah dingatakan dan sadar. Peran ini, dilakukan para pelajar yang juga anak mereka, melalui edukasi tadi,” katanya.

Wairata membandingkan pola yang diterapkan di Markina, Filipina. Di sana, mereka mencanangakan hari pembuangan sampah atau Eco Day.

Pola yang mereka gunakan, kata Wiarata, adalah edukasi kepada para pelajar di sekolah-sekolah. Para siswa akan diberikan kesadaran, kemudian anak tersebut menyadarkan orang tuanya di rumah.

Pemerintah Kota, kata dia, juga akan mencanangkan hari eco day. Anak-anak sekolah akan disadarkan dan didorong untuk memilah sampah. Sampah yang sudah dipilah itu kemudian ditimbang di sekolah. Nanti ada yang mendapat cokelat, buku, seragam dan tas, tergantung dari berat timbangan sampahnya.

“Kami akan membuatnya di masing-masing kecamatan, kita menetralkan sekolah-sekolah untuk mencanangkan eco day. Kita akan membuat gebrakan ini,” katanya.

Selain mencanangkan eco day, Wairata juga mendorong masyarakat, memanfaatkan sampah-sampah menjadi bahan baku pembuatan produk-produk yang bernilai ekonomis.

Kata Wiarata, pemerintah Kota terus berupaya menyadarkan masyarakat agar memilah sampah-sampah itu secara baik agar memiliki nilai ekonomis.

Pembuatan pupuk kompos, merupakan salah satu dari pengolahan sampah-sampah itu. Kata Wairata, sampah-sampah plastik juga bisa diolah oleh Ibu Rumah Tangga (IRT), bisa dikreasikan menjadi wadah, baik berupa asbak, tempat minum atupun kreasi bernilai ekonomis lainnya.

Sampah, Kata Wairata, juga bisa sebagai bio, yang bisa dimanfaatkan sebagai tenaga listrik. Dengan demikian, sampah ini bisa digunakan untuk kecukupan tenaga listrik di Kota Kupang.

“Kedepan akan diarahkan seperti itu. pemerintah akan berusaha bagaimana memanfaatkan sampah-sampah, bisa didaur ulang, bisa menjadi sesuatu yang berguna dan bernilai ekonomis,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup, Orson Nawa mengatakan, pemerintah Kota telah mengeluarkan aturan mengenai jadwal pembuangan sampah, dimulai dari pukul 18.00 Wita sampai 06.00 Wita.

Jadwal pembuangan sampah ini, sebut Orson masih menjadi kendala. Masyarakat belum patuh terhadap aturan itu. Untuk itu, Orson juga sependapat, aturan itu harus ditegakan. (NTT-YM)