Dua Pejabat Dinas PRKPP TTU Sakit, RDP Komisi III Bahas Bedah Rumah Bermasalah Batal Digelar

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Timor Tengah Utara (TTU) yang rencananya digelar pada Selasa (23/02/2021) batal.

Alasannya, Kepala Dinas dan Kepala Bidang Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PRKPP) sakit. Batalnya RDP dengan PRKPP tersebut dibenarkan Ketua Komisi III DPRD setempat, Therensius Lazakar Kamis (25/02/2021).

“RDP batal digelar karena Kadis, Antonius Kapitan dan Kabidnya Erik Sasi sementara sakit. Informasi yang kami terima, Kabidnya dirujuk ke Kupang”, kata Therensius Lazakar.

Disampaikan lebih lanjut, informasi yang diterima jelas sehingga rapat ditunda ke lain hari

“Informasinya jelas sehingga RDP kami tunda. Belum diketahui kepastian rapat kembali digelar, tapi kemungkinan setelah Kepala Dinas PRKPP dan Kabidnya sembuh”, kata Therensius Lazakar.

Rapat Dengar Pendapat itu rencananya akan membahas pelaksanaan Program Bedah Rumah Rakyat Tidak Layak Huni (Berarti) di desa Fatoin Kecamatan Insana yang menuai banyak masalah.

“Lembaga DPRD menerima pengaduan masyarakat penerima manfaat desa Fatoin terkait pembangunan 112 unit rumah Berarti yang belum tuntas. Kami sudah monitoring ke lokasi dan mendapati banyak masalah yang membutuhkan penjelasan langsung dari Dinas” jelas Therensius Lazakar lebih lanjut.

Diberitakan sebelumnya, monitoring Komisi III DPRD TTU, Selasa (09/02/2021) lalu di Desa Fatoin mendapatkan bantuan Bedah Rumah Tidak Layak Huni (Berarti) 2018 – 2019 menuai masalah.

Baca juga : Temuan Komisi III DPRD TTU. Ada Rumah Bantuan Dibangun di Luar Desa Fatoin, Saudara Kades Juga Dapat 

Pasalnya bahan bangunan Program Bedah Rumah Rakyat Tidak Layak Huni (Berarti) 2018 bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dari Pemerintah Daerah Kabupaten TTU, dalam hal ini Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PRKPP), belum rampung diturunkan. Akibatnya pembangunan rumah tersendat dan masyarakat harus tinggal di rumah – rumah darurat pada musim hujan selama berbulan – bulan.

Pantauan NTTOnlinenow.com, di kelurahan Fatoin, tepatnya di RT 02 / RW 01 beberapa penerima manfaat mengeluhkan hal yang sama.

Diantaranya, Pen Marten Duka masih kekurangan seng sebanyak 55 lembar, semen 25 sak, pasir 1 ret, beton 10 mm 11 staf.

Selain Pen Marten Duka, ada Policarpus Maneak, masih kekurangan 1 ret pasir. Dan Antonius Timo Moensaku, rumah bagian belakangnya belum di atap.

Berikutnya Kamilus Be, masih kekurangan 10 sak semen, 2 ret pasir, jendela 3 pintu, tapi anehnya sudah ada tanda terima material oleh pihak lain yang bukan penerima manfaat.

“Saya bukan penerima manfaat tapi diminta Kades untuk tanda tangan bukti penerimaan material, mewakili bapak Kamilus Be. Sudah saya tanda tangani, tapi sampai sekarang barangnya belum ada”, aku Aguilinda Sibu dengan nada gugup.

Temuan lainnya, ada perangkat desa, Ketua BPD Yoseph Abi juga mendapat bantuan rumah yang sudah hampir rampung dibangun namun terlihat mubasir lantaran tak terurus dan terletak di tengah hutan belukar.

Bahkan salah satu penerima manfaat, Primus Paskalis Naiaki yang beralamat di luar desa Fatoin yakni di desa Nunmafo RT 08 RW 04 adalah kakak kandung dari Kepala Desa Fatoin sendiri, Kristoforus Naiaki.

Kontra dengan laporan Kades Fatoin ke pihak Dinas PRKPP jika pelaksanaan Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni di desa Fatoin telah rampung. Temuan Komisi III DPRD TTU justru mendapati pembangunan rumah Berarti di desa Fatoin menuai banyak masalah.

Keterangan Foto : Ketua Komisi III DPRD TTU, Therensius Lazakar.