Material Longsor Dari Puncak Tutupi Jalan Trans Timor di Atapupu Perbatasan RI-RDTL
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Jalur pantai utara (pantura) akses jalan penghubung Indonesia ke Timor Leste di wilayah Kecamatan Kakuluk Masak, Kabupaten Belu wilayah Timor Barat tertutup material longsor.
Material batu bercampur tanah dan pepohonan menutupi ruas jalan trans timor tepatnya di jalur webeliun dan webusamatan Desa Jenilu tergerus dari bukit saat diguyur hujan deras sejak Sabtu (13/2/2021) sore hingga malam.
Akibatnya, akses tranportasi lumpuh total, kendaraan yang bepergian melewati jalur trans timor di wilayah pantura itu tidak bisa lantaran material menumpuk menutupi seluruh jalan raya.
Pantauan media di lokasi, seorang ibu hamil terpaksa dalam perjalanan dievakuasi petugas medis dan keluarga secara estafet dari satu mobil ambulance ke satu mobil ambulance lainnya dari Kakuluk Masak ke RS Atambua untuk melahirkan.
Ibu hamil itu dievakuasi secara estafet sejauh kurang lebih 500 meter lantaran jalan yang hendak dilewati tepatnya jalan yang terhubung ke Motaain perbatasan RI-Timor Leste tertimbun longsor.
Kejadian itu direspon pihak Dinas PUPR Kabupaten Belu dan BPBD Kabupaten Belu yang langsung turun ke lokasi bencana dengan mengerahkan alat berat guan pembersihan material longsor yang menutupi jalan raya.

Kepala Dinas PUPR Belu Vencent K. Laka mengatakan, longsor tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama empat jam pada Sabtu sore hingga malam.
Jelas Eng Laka sapaan akrabnya, timbunan longsor terjadi di sejumlah titik jalan negara tersebut, dan pihaknya sudah mengeruk sebagian material yang tertimbun di beberapa titik seperti di wilayah Desa Dualaus dan Leosama.
“Longsor ini akibat hujan tadi malam deras selama 4 jam lebih. Mulai dari Lakafeha, Berluli, dan Jenilu. Kita sudah buka akses cepat guna pelayanan kendaraan tangki BBM juga untuk Depot Pertamina Atapupu,” ujar dia.
Dikatakan, beberapa titik yang tertimbun material longsor sudah dibersihkan namun material yang tertimbun di titik jalan Raikatar baru sebagian untuk kelancaran transportasi. Sementara timbunan material cukup banyak akan dibersihkan karena butuh excavator.
“Semua sudah kecuali yang di busamatan (Raikatar) besok brau di tangani, soalnya longsor dan material terlalu banyak. Besok pagi kami mobilisasi excavator untuk penanganan pembersihan,” ungkap Eng Laka.

