Personil Gabungan Kodim Belu, Sat Pol PP Bagi Masker dan Himbau Warga Patuhi Prokes Covid-19
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Puluhan personil gabungan TNI dari satuan Kodim 1605/Belu dan Sat Pol PP Pemkab Belu bagi-bagi masker dan berikan himbauan bagi warga untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19.
Himbauan bagi warga agar tetap mematuhi 3M dan 3T merupakan sebagai upaya untuk mencegah serta mengantisipasi warga yang sedang beraktivitas agar tidak tertular virus tersebut. Apalagi disaat sekarang kasusnya makin meningkat bahkan ada warga yang telah meninggal dunia.
Disaksikan NTTOnlinenow.com, Rabu (3/2/2021) kegiatan kampanye edukasi protokol kesehatan bagikan masker dan himbauan bagi warga dari personil gabungan Kodim Belu dan Sat Pol PP terpusat di pertokoan pasar lama dan pasar baru Atambua wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL.
Kegiatan kampanye edukasi prokes dipimpin langsung Kasdim 1605/Belu Mayor Inf. Ery Ninu serta Kepala Bidang Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Belu.

Pembagian masker kepada warga pelintas jalan juga door to door ke setiap pertokoan di pasar lama dan pasar baru. Selain itu menghimbau agar setiap toko membuat spanduk kampanye 3M dan 3T yang dipasang didepan toko.
Edukasi protokol kesehatan Covid-19 terkait 3M dan 3T adalah kunci utama dalam penanganan Covid-19. Mengingat situasi saat ini, kasus Covid di wilayah Kabupaten Belu semakin meningkat bahkan ada pasien terpapar yang telah meninggal dunia.
Dandim 1605/Belu, Letkol Inf Wiji Untoro menuturkan, pemahaman tentang protokol kesehatan 3M kepada warga dengan menjalankan praktek 3T perlu diberikan terus menerus agar warga terhindar dari virus corona.
“Warga perlu diberikan pemahaman secara terus menerus terkait 3T. Hal ini dilakukan guna antisipasi agar warga tidak tertular Covid-19 dan hal ini butuh partisipasi seluruh lapisan warga terhadap 3T,” kata Wiji.
Dikatakan, pihak Kodim 1605/Belu akan terus berperan aktif dalam memberikan edukasi prokes kepada warga terkait penanganan wabah itu guna memutuskan mata rantai penyeberan Covid-19 dan menekan angka kasus kematian di wilayah Belu.

