75 Tahun Merdeka, Sebagian Desa di Belu Perbatasan RI-RDTL Belum Nikmati ‘Jaringan Telepon Seluler’

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Indonesia telah merdeka terlepas dari penjajahan, dan sebentar lagi akan merayakan hari kemerdekaan yang ke-75 tahun pada Agustus 2020.

Meski demikian sebagian wilayah di Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL belum sepenuhnya merdeka dalam hal pembangunan jaringan komunikasi (sinyal telepon seluler).

Kondisi itu dialami oleh warga di tiga Desa yakni, Desa Renrua, Mandeu Raimanus dan Faturika, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu wilayah Timor Barat yang berbatasan dengan eks Provinsi ke-27 Timor-Timur (Timor Leste).

“Sampai saat ini di Desa Renrua, Raimanus dan Faturika belum terjangkau jaringan telepon,” ujar Erwin Bau selaku Kepala Desa Renrua saat dihubungi media, Jumat (24/7/2020).

Akui dia, selama ini warga di tiga wilayah kesulitan untuk berkomunikas. Kalau pun mendapat sinyal telepon itu, hanya pada tempat tertentu. Namun komunikasinya tidak normal seperti wilayah lain yang jaringan sinyal lancar.

“Kami ini di titik-titik yang ada ketinggian sa baru dapat sinyal, tapi kalau secara umum tidak ada sinyal,” terang Erwin.



Dikatakan, kondisi saat ini di tiga wilayah yang terletak di ketinggian kita dijajah dengan jaringan Timor Telcom atau Telemor milik Timor Leste lebih dominan ketimbang jaringan Telepon seluler Indonesia.

“Jaringan Timor Telcom lebih dominan. Itu kalau sudah masuk kita setengah mati. Pulsa kita habis karena kena roaming,” keluh Erwin.

Sebentar lagi Negara Indonesia akan memasuki kemerdekaan di usia ke-75 tahun, tapi kita masih dijajah jaringan Timor Telcom. Program Nawacita membangun dari pinggiran belum sepenuhnya dinikmati warga di batas.

“Khususnya pembangunan di bidang komunikasi (jaringan telkomsel) di wilayah tiga desa masih tertinggal,” ungkap dia.

Terkait itu, Erwin berharap segera ada perhatian dari Pemerintah dengan membangun satu unit tower di wilayah ketinggian Raimanuk guna mengatasi persoalan warga yang kesulitan jaringan sinyal telepon seluler.

Senada, Camat Lamaknen Selatan Wendelinus Meak mengaku, beberapa desa dalam wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste hingga kini belum terjangkau jaringan sinyal telkomsel.

“Hanya beberapa dusun di Desa Debululik, Lutharato dan Henes yang kesulitan sinyal telkomsel,” jelas Wendi saat dihubungi media.