Bupati Malaka dan Wabup Belu, Minta Inspektorat Daerah dan Polisi Periksa dokter Yanti Hale Kehik
Laporan Judith Lorenzo Taolin
Malaka, NTTOnlinenow.com – Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran meminta Inspektorat Daerah (lrda) untuk memeriksa dokter Yulianti Theresia Hale Kehik alias Yanti Hale Kehik.
Permintaan yang sama disampaikan Wabup Belu, Ose T. Luan. la meminta polisi agar turun memeriksa guna diketahui alasannya.
“Saya sayangkan insiden memalukan itu. Saya minta Inspektorat mengambil BAP supaya kita tahu apa alasannya menolak protap Covid-19,”jelas Bupati Stef kepada para wartawan di Malaka, Jumat (1/5/2020).
Sedangkan Wabup Belu meminta polisi yang memeriksa dokter Yanti Hale Kehik.
“Melawan petugas yang sedang bekerja, apalagi itu aparat negara. Mestinya dijelaskan baik-baik alasannya yang bisa dipertanggungjawabkan secara medis,” tegas Wabup Belu.
Sejak video perang mulut antara dokter Yanti dengan petugas Covid-19 menjadi viral di medsos, banyak tanggapan yang disampaikan dengan isi pesan yang beragam.
“Saya sepakat dengan dokter Yanti. Alasannya, pertama, semprot desinfektan ke mobil tidak ada dalam protap Covid-19. Kedua, belum ada penelitian bahwa semprot disinfektan ke mobil sangat efektif basmi covid-19,” tulis dokter Teda Litik, salah satu dokter senior di Kota Kupang di wall akun facebooknya.
Banyak warganet yang membully dokter Yanti bahkan ada yang menyumpahinya atas insiden memalukan itu.
Baca Juga : Menolak Mobilnya Disemprot Disinfektan Dokter PTT Terlibat Adu Mulut Dengan Satgas Covid-19 di Belu
“Memang benar. Dia dokter PTT yang sedang bertugas di Puskesmas Seon, Malaka Timur,” jelas Kepala Puskesmas Seon, Giovani Anderson Seran. Ia menolak berkomentar atas insiden itu.
“Itu wewenang Kadis Kesehatan Kabupaten Malaka untuk menilai. Saya tidak mau komentar,” tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, Dokter Yanti Halek Kehi, terlibat perang mulut yang hebat dengan anggota polisi dan TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Malaka, NTT, Kamis (30/4/2020) siang.
Pasalnya dokter PTT yang bertugas di Puskesmas Seon, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka ini menolak mentah-mentah mobil pribadinya disemprot cairan desinfektan.
“Mobil saya sudah bersih. Sebab sebelum keluar dari rumah, saya sudah bersihkan dan semprot,” tandasnya berkali-kali.
la bahkan mengecam petugas yang tidak menghargai hak pribadinya sebagai pemilik mobil.
“Saya tahu Bapak. Saya tahu Protap tentang covid-19. Dan saya seorang dokter. Tapi tolong hargai saya. Mobil ini sudah saya bersihkan. Kenapa disemprot lagi, ” teriaknya dengan nada marah.
“Masak seorang dokter kok tidak paham aturan Protap covid-19?” timpal salah satu petugas dengan emosi.
Pertengkaran semakin panas ketika seorang anggota TNI menjelaskan kewajiban dan perintah Protap covid 19 agar semua kendaraan disemprot desinfektan.

