Proyek PLBN Motamasin, PT. Nindya Karya Gunakan Material Legal

Bagikan Artikel ini

Malaka, NTTOnlinenow.com – Proyek Pekerjaan Pos Lintas Batas Negara PLBN Motamasin tahap III di Kabupaten Malaka yang dikerjakan oleh PT. Nindya Karya dengan mengunakan material yang legal. Pasalnya material galian C untuk pembangunan PLBN tersebut dibeli dari perusahan yang memiliki ijin tambang resmi.

“Pihak PT. Nindya Karya membeli material galian C dari perusahan kami, PT. Cahaya Alam,” kata Direktur PT. Cahaya Alam, Simon Yakobus Bitin kepada wartawan di Lokasi Tambang Kali Babulu, Dusun Metamau, Desa Alas Selatan, Kecamatan Malaka Timur Kabupaten Malaka Nusa Tenggara Timur (NTT), 1 November 2019 lalu.

Dia mengatakan, PT. Cahaya Alam adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang tambang galian C, yang sudah bekerja sama dengan PT. Nindya Karya untuk menyuplai material galian C sejak PT. Nindya Karya melakukan kegiatan pekerjaan PLBN Motamasin pada tahap I, II dan tahap III saat ini.

Menurutnya, material galian C yang digunakan PT. Nindya Karya untuk aktifitas pekerjaan PLBN Motamasin sejak tahap I hingga tahap III tersebut mengunakan material legal bukan ilegal. “Materi galian C untuk PT. Nindya Karya kita yang layani sejak pekerjaan PLBN tahap I hingga tahap III saat ini. Dan memang kami mitra dari awal,” ungkap Simon.

Dia mengatakan perusahaannya tersebut adalah perusahaan yang sudah memiliki ijin tambang sehingga PT. Cahaya Alam melakukan kerja sama dengan PT. Nindya Karya. “Oknum – oknum yang mengatakan PT. Nindia Karya mengunakan material galian C ilegal itu tidak benar. Itu hanya suara oknum – oknum yang merasa tidak puas karena kurang koordinasi sehingga mereka tidak tau kalau sejak awal pekerjaan PLBN yang dilakukan oleh PT. Nindya Karya itu material galian C ambilnya disini. Kenapa dari dulu mereka tidak teriak. Sekarang baru mau ribut – ribut teriak. Ini ada apa sebenarnya,” kata Simon.

Memurutnya, PT. Nindya Karya adalah perusahan BUMN, yang mana perusahaan tersebut tidak pernah lalai dalam urusan pajak.

“Selama ini kerja sama kita dengan PT. Nindya Karya tidak ada kendala atau bermasalah. Namun, baru kali ini saja ada yang mengatakan, bahwa material yang digunakan ilegal. Kami juga tidak tahu motif mereka apa sebenarnya. Cara – cara seperti ini bisa merugikan banyak orang. Sebab, masyarakat yang memiliki mobil truk untuk mengangkut material juga ikut terganggu. Kehadiran PT. Nindya Karya disini ini sangat membantu masyarakat disini yang memiliki mobil truk untuk jasa angkutan,” tegasnya.

“Kita sangat bersyukur dimasa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi ) PLBN Motamasin bisa jadi bagus seperti ini. Seharusnya kita mendukung, bukan kita teriak kiri teriak kanan seolah – olah ingin menjelekan nama PT. Nindya Karya,” papar dia.