Fraksi Gerindra Minta Pemkot Awasi Maraknya Pembuatan Sumur Bor

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Memasuki musim kemarau, Debet sumber air milik perusahan daerah air minum, atau PDAM, terus menyusut, dan hal itu berdampak pada usaha masyarakat untuk mendapatkan sumber air dengan cara membuat sumur bor. Cara seperti ini bisa merusak lingkungan sehingga pemerintah Kota Kupang, lewat dinas terkait diminta melakukan pengawasan terhadap masyarakat soal penggalian sumur bor.

Anggota Fraksi Gerindra, DPRD Kota Kupang, Merry Salow mengatakan, aktifitas masyarakat untuk membuat sumur bor semakin tinggi, bahkan pihak penyedia sumur bor di Kota Kupang sering kewalahan melayani permintaan warga. Namun karena aktivitas penggalian sumur bor bisa merusak lingkungan, Fraksi Gerindra meminta pemerintah Kota Kupang melakukan pengawasan aktivitas pengeboran tanah untuk sumur bor.

Merry mengaku, bila perlu pemerintah mengeluarkaan aturan, baik itu lewat peraturan Wali Kota, atau perwali maupun Peraturan Daerah, atau perda agar pengeboran tanah untuk mencari sumber air bisa dibatasi, karenan dampaknya sangat tidak bagus bagi keseimbangan alam.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore mengatakan, terkait banyaknya pengeboran sumur bor yang dilakukan masyarakat, Pemerintah Kota Kupang akan melakukan koordinasi dengan pemerintah Provinsi agar lebih ketat dalam pemberian ijin pengeboran karena kewenangan ijin ada pada pemerintah Provinsi.

Wali Kota mengatakan, memang setiap musim kemarau, Kota Kupang selalu mengalami kekurangan air, sehingga banyak masyarakat, lebih memilih untuk berupaya sendiri menggenapi kebutuhan air. Namun dengan cara yang masih untuk melakukan pemgeboran sumur bor merupakan cara yang salah, sehingga pemerintah Kota Kupang akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi agar cara seperti bisa dimininalisir.

Wali Kota mengaku, untuk mengatasi masalah kekurangan air bersih dibeberapa kelurahan pada musim kemarau ini, pemerintah akan berupaya keras, dan salah satu cara yang akan dilakukan adalah menyiapkan mobil tangki air milik pemerintah untuk melayani titik titik yang dianggap membutuhkan air. Selain itu pemerintah terus melakukan koordinasi dengan pihak PDAM Kabupaten Kupang untuk lakukan perluasan jaringan sambungan baru di Kota Kupang, karena PDAM Kabupaten Kupang memilik sumber air baku yang cukup banyak.