Tingkat Kesejahteraan Petani NTT Meningkat

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kesejahteraan petani Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat seiring menguatnya indeks Nilai Tukar Petani (NTP). NTP menghitung rasio antara indeks harga yang diterima petani dan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia menyebutkan, NTP NTT pada bulan Juli 2019 sebesar 106,42. NTP bulan Juli 2019 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2012 (2012=100).

“NTP Juli 2019 sebesar 106,42, artinya bahwa daya beli/daya tukar petani lebih baik dibandingkan dengan pengeluarannya,” ungkap Maritje kepada wartawan di Kupang, Kamis (1/8/2019).

Menurut Maritje, NTP bulan Juli 2019 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2012 (2012=100). Penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektorpadi & palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.

Pada bulan Juli 2019, NTP NTT sebesar 106,42 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 105,54 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P); 102,81 untuk subsektor hortikultura (NTP-H); 107,49 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR); 108,92 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 107,85 untuk subsektor perikanan(NTP-Pi).

“Terjadi peningkatan sebesar 0,47 persen pada NTP Juli 2019 jika dibandingkan dengan NTP Juni 2019,” ujarnya.

Hal ini, kata Maritje, disebabkan adanya peningkatan harga jual hasil pertanian sedangkan harga konsumsi rumah tangga dan biaya produksi tidak mengalami perubahan yang signifikan.

“Di daerah perdesaan tidak terjadi perubahan harga komoditi konsumsi rumah tangga sehingga tidak terjadi pergolakan harga (inflasi maupun deflasi),” papar Maritje.