Kejam, Bayi Delapan Bulan Babak Belur Dianiaya Ibu Kandung

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Seorang ibu seharusnya memberi kasih sayang dan rasa aman serta melindungi anak-anaknya, namun ibu yang satu ini justru tega menganiaya anaknya sendiri yang baru berusia delapan bulan dengan cara yang sangat kejam.

Ibu muda berinisial SMW (30), warga Kelurahan Wetabula, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya ini tega menganiaya anaknya yang masih balita itu hingga babak belur dan mengalami memar yang cukup serius.

Beruntung, salah seorang anggota Bhabinkamtibmas Polsek Loura Polres Sumba Barat, Brigpol Agus Triyono yang mengetahui kejadian itu berhasil menyelamatkan balita malang tersebut.

Kabid Humas Polda NTT, AKBP Jules Abraham Abast mengatakan, kejadian itu bermula ketika Brigpol Agus Triyono sedang melaksanakan patroli di sekitar Kecamatan Kota Tambolaka, dan saat melewati Kantor BRI Waitabula, dirinya melihat ada seorang wanita sedang menginjak bayi yang diketahui adalah anak kandungnya sendiri.

Baca : Pemkot Kupang Bekerjasama Dengan Pihak Kepolisian Akan Tertipkan Pekerja Anak

Melihat peristiwa tersebut, dengan sigap Brigpol Agus segera mendekati wanita itu dan berusaha mengambil bayinya yang hendak dipukul menggunakan batu oleh SMW. “Saat itu pula Bhabinkamtibmas langsung mengamankan SMW, dan membawanya ke Mapolsek Loura dengan dibantu oleh personil Polsek Loura lainnya,” ujar Jules kepada NTTOnline, Jumat (30/6/2017).

Sedangkan korban bayi berusia 8 (delapan) itu segera dilarikan oleh Brigpol Agus ke Rumah Sakit Karitas Waitabula untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut karena mengalami luka memar yang cukup serius, yakni pada bagian dada, perut, dahi bagian kanan serta bekas cekikan pada bagian leher.

Menyikapi peristiwa tersebut, Kapolres AKBP Muhamad Erwin mengecam keras kejadian penganiayaan ibu terhadap anak yang masih balita tersebut.

“Saya perintahkan seluruh jajaran khususnya Unit PPA dan kepanjangan tangannya di desa-desa yaitu Bhabinkamtibmas, untuk lebih sering memberikan himbauan berupa sosialisasi tentang tindakan hukum atas perilaku kekerasan terhadap anak,” tandasnya.