Willy Lay : Lewat Budaya Kita Perkenalkan Kabupaten Belu ke Dunia Luar

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dinas Pariwisata Kabupaten Belu menggelar festival tebe knanuk rai Belu nian tahun 2019 yang berlangsung di halaman Kantor Plaza Pelayanan Publik Timor Atambua, Kamis malam (4/7/2019).

Bupati Belu, Willybrodus Lay dalam sambutan sekaligus membuka festival tebe menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Belu serta seluruh Camat yang menghadirkan peserta penari tebe dari setiap Desa mewakili Kecamatan.

“Kalau bisa tebe satu budaya di Belu setiap Desa tampil. Kita buat lebih meriah sehingga setiap Desa tampil lomba tebe karena itu budaya daerah yang harus terus kita lestarikan,” kata dia.

Menurut Lay, seharusnya festival tebe ini diikuti peserta tebe dari 12 Kecamatan. Tapi 3 Kecamatan Kakuluk Mesak, Nanaet dan Atambua Barat tidak mengirim utusan mengikuti festival tebe.

“Hari Senin 3 Camat sampaikan ke saya alasan kenapa tidak mengirim utusan untuk ikut festival tebe,” tandas Lay.

Kesempatan itu disampaikan juga terimakasih kepada para pihak dengan caranya sendiri- sendiri dalam memajukan Kota Atambua. Terimakasih juga untuk peserta tebe yang hadir dengan beragam kain tenun daerah Belu yang luar biasa.

“Kalau bisa ini tebe tradisonal, tanpa lagu, tanpa iringan musik dan silakan berkreasi sesuai keaslian budaya. Lewat budaya kita perkenalkan Kabupaten Belu ke dunia luar,” kata Lay.

Tambah dia, tarian Likurai daerah Belu diminta untuk tampil pada peringatan HUT RI ke-74 tanggal 17 Agustus 2019 mendatang di Istana Merdeka yang akan ditonton Presiden Jokowi.

“Kita akan kirim 156 penari Likurai ke Istana Merdeka untuk tampil di perayaan HUT 17 Agustus 2019. Saat ini ada 6 orang sedang latihan akan tampil di lima negara salah satu Australia, dan sisa negara Eropa,” urai Lay.

Lanjut dia, Bulan Oktober mendatang kita akan gelar festival Fulan Fehan ketiga di Lamaknen. Kita dorong kalau bisa setiap Desa tampil dalam festival Fulan Fehan. “Mari kita firalkan dan jadikan festival Fulan Fehan jadi satu kebanggaan, mari kita dukung sukseskan festival,” ajak Lay.

Dalam laporan panitia kegiatan festival, maksud pelaksanaan festival tebe untuk menggali salah satu potensi Belu, memperkuat pertahanan budaya di perbatasan sebagai jati diri dan identitas budaya.

Adapun tujuan festival tebe mempromosikan tebe nyanyian aksi masyarakat Belu untuk menarik wisatawan ke Belu.

Peserta festival tebe diikuti 9 tim perwakilan tiap Desa/Kelurahan dari Kecamatan yakni, Desa Nualain Kecamatan Lamaknen Selatan, Desa Makir Kecamatan Lamaknen, Desa Tohe Kecamatan Raihat, Desa Maneikun Kecamatan Lasiolat, Desa Umaklaran Kecamatan Tastim, Desa Tukuneno Kecamatan Tasbar, Desa Renrua Kecamatan Raimanuk.

Sedangkan tim Kelurahan terdiri dari Kelurahan Manumutin Kecamatan Atambua, Kelurahan Manuaman Kecamatan Atambua Selatan.