Kendala Teknis UNBK SMA di NTT Bisa Diatasi

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) tingkat SMA/MA/SMTK di NTT pada hari pertama, 1 April berjalan lancar setelah sejumlah kendala teknis dapat diatasi.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Alo Min sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Selasa (2/4/2019).

Dia menjelaskan, Kota Kupang ada 40 sekolah melaksanakan UNBK, berjalan baik dan lancar. Memang ada kendala teknis, tapi dapat ditangani. Dua sekolah yang melaksanakan UNKP pun berjalan baik dan aman, LJUN langsung dibawa pengawas ke LPMP. Kabupaten Kupang, 42 sekolah melaksanakan UNBK sesi. Sesi satu sampai tiga berjalan baik dan lancar, sedangkan kendala teknis dapat ditangani. UNKP dilaksanakan di 21 sekolah.

“Memang ada kendala teknis, tapi bisa diatasi sehingga berjalan baik dan aman. Hanya pada SMAN 3 Takari kekurangan empat eksemplar dan dipenuhi dengan foto kopi,” kata Alo Min.

Lebih lanjut dia menyampaikan, Kabupaten TTS, ad 39 sekolah melaksanakan UNBK. Sesi satu sampai tiga berjalan baik dan lancar setelah kendala teknis ditangani. Sedangkan enam sekolah yang melaksanakan UNKP, berjalan baik dan aman, tidak ada laporan kekurangan naskan UN. Kabupaten TTU, 30 sekolah melaksanakan UNBK dimana sesi satu sampai tiga sesi barjalan baik dan lancar. Kabupaten Belu, 12 Sekolah melaksanakan UNBK, dimana sesi satu sampai tiga berjalan baik dan lancar, kendala teknis dapat ditangani.

Untuk SMAN 1 Tasifeto Barat melaksanakan UNBK sesi satu dengan Token Offline, sedangkan sesi dua dan tiga menggunakan token online. Sementara itu, 11 sekolah melaksanakan UNKP berjalan baik dan aman, tidak ada laporan kekurangan naskah. Kabupaten Alor, 19 sekolah melaksanakan UNBK dan 22 sekolah melaksanakan UNPK dan semuanya berjalan baik dan lancar.

Alo Min mengungkapkan, Kabupaten Flores Timur, 27 sekolah melaksanakan UNBK dan enam sekolah melaksanakan UNPK. Kabupaten Sikka, 19 Sekolah melaksanakan UNBK dan enam sekolah melaksanakan UNKP. Semuanya berjalan baik dan aman, belum ada laporan masalah. Kabupaten Ende, 27 sekolah melaksanakan UNBK, dimana sesi satu sampai tiga berjalan baik dan lancar. Kabupaten Ngada, 15 sekolah melaksanakan UNBK. Kabupten Manggarai, 27 sekolah melaksanakan UNBK. Pada umumnya sesi satu sampai tiga lancar, setelah teratasinya kendala teknis. Satu sekolah yang melaksanakan UNKP berjalan baik dan lancar.

“Untuk SMA 1 Langke Rembong, permasalahan pada server utama jebol mainboardnya terbakar dan berupaya dengan server cadangan namun laporan dari proktor sekolah server cadangan juga jebol diupayakan dengan server lain. Sehingga sesi satu tidak bisa berjalan dan mengajukan surat penambahan sesi pergeseran dari sesi satu ke sesi empat untuk ruang tiga sedangkan yang lainnya berjalan normal,” terang Alo Min.

Dia menjelaskan, Kabupaten Sumba Timur, 10 sekolah melaksanakan UNBK dan 14 sekolah melaksanakan UNKP. Semuanya dapat berjalan baik dan aman, setelah kendala teknis teratasi. Kabupaten Sumba Barat, delapan sekolah melaksanakan UNBK dan dua sekolah melaksanakan UNKP. Kabupaten Lembata, 11 sekolah melaksanakan UNBK dan empat sekolah laksanakan UNKP.

“SMAN 1 Ile Ape melaksanakan UNBK dengan token oleh,” terang Alo Min.

Lebih lanjut dia menyebutkan, Kabupaten Rote Ndao, 13 sekolah melaksanakan UNBK dan satu sekolah melaksanakan UNKP. Kabupaten Manggarai Barat, 18 sekolah melaksanakan UNBK dan 13 sekolah melaksanakan UNPK. Kabupaten Nagekeo, 17 sekolah melaksanakan UNBK, dimana sesi satu sampai tiga berjalan lancar setelah kendala teknis teratasi. Kabupaten Sumba Tengah, dua sekolah melaksanakan UNBK dan tiga sekolah melaksanakan UNKP. Kabupaten Sumba Barat Daya, sembilan sekolah dan 19 sekolah melaksanakan UNKP.

Alo Min menambahkan, Kabupaten Manggarai Timur, 26 sekolah melaksanakan UNBK dan 26 sekolah melaksanakan UNPK. Untuk SMAN 5 Kota Komba pada sesi satu menggunakan token offline, sedangkan sesi dua dan tiga memakai token online. Kabupaten Sabu Raijua, empat sekolah melasakanan UNBK dan empat sekolah melaksanakan UNKP. Kabupaten Malaka 11 sekolah melaksanakan UNBK empat sekolah melaksanakan UNPK. Namun untuk SMAN Biuduk Foho, tidak dapat melaksanakan ujian hari pertama karena terkendala jaringan internet (sinyal hilang) dan baru dilaporkan pada sesi tiga.

“Kabupaten dan provinsi menyarankan untuk ujian hari pertama, Senin (1/4) diajukan untuk mengikuti susulan dan juga mengarahkan kepala sekolah membuat surat untuk mengajukan permintaan token offline,” papar Alo Min.