Kepolisian Kaji Pengawasan dan Pengamanan Kawasan Taman Nasional Komodo
Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) melakukan koordinasi dan kerja sama dengan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) untuk mengkaji sejauh mana pengawasan dan pengamanan terhadap kawasan tersebut.
Hal ini dilakukan terkait informasi dan pemberitaan media massa tentang kasus penyelundupan dan penjualan satwa langka varanus komodoensis atau komodo yang diungkap oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur (Jatim) yang diduga berasal dari wilayah NTT.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules Abraham Abast sampaikan ini kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (28/3/2019).
Menurut Jules, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim terkait jaringan penjualan satwa langka ini maupun bagaimana bayi atau anak komodo dibawa keluar atau lolos dari pengawasan di NTT.
“Kami akan lakukan koordinasi dengan Polda Jatim karena locus pengungkapan kasus ini di wilayah Polda Jatim,” ungkap Jules.
Jules menyampaikan, pengawasan Taman Nasional Komodo sendiri berada di bawah penanganan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), atau berada langsung di bawah Pemerintah Pusat.
“Jadi Taman Nasional Komodo ini bukan instansi yang bersifat lokal atau berada di bawah provinsi, ataupun gubernur tapi langsung di bawah kementerian,” ujarnya.
Karena itu, lanjut Jules, Polda NTT akan bekerjasama dengan pihak BTNK untuk mengkaji kembali sejauh mana pengawasan dan pengamanan yang dilakukan di kawasan tersebut sehingga komodo bisa diselundupkan keluar dari kawasan itu.
“Terkait apakah ada dugaan keterlibatan orang dalam sehingga bisa anak komodo ini keluar dari NTT, tentu kita akan melakukan koordinasi dengan Polda Jatim untuk mengecek sejauh mana jaringan yang ada,” katanya.
Selanjutnya, sambung Jules, akan dilakukan evaluasi bersama dengan BTNK terkait pengawasan dan pengamanan. Polda NTT akan mendukung seperti yang selama ini sudah dilakukan. Kerja sama pengawasan dan pengamanan yang dilakukan selama ini sifatnya temporer atau sementara.
“Yang sudah kita lakukan selama ini dengan BTNK sifatnya temporer, tidak setiap saat melakukan pengawasan langsung. Tapi atas permintaan dari BTNK, kita kadang- kadang juga melakukan patroli bersama, sehingga titik-titik keluar yang ada antara Labuan Bajo maupun Bima yang terletak di NTT dapat kita awasi,” ungkap Jules.
Bekas Kapolres Manggarai Barat ini menduga, kemungkinan lolosnya anak komodo melalui area antara Labuan Bajo menuju Bima di Nusa Tenggara Barat (NTB), karena area tersebut merupakan pintu masuk dan keluar.
“Atau mungkin ketika dibawa menggunakan kapal laut atau pun pesawat dan lolos dari x-ray. Karena itu kita akan koordinasi untuk pastinya seperti apa anak komodo ini bisa keluar dari NTT, kita akan berkoordinasi dengan pihak Polda Jatim,” tutup Jules.

