Pemkot Kupang Cabut Status KLB DBD

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Setelah data kurva harian menunjukam adanya penurunan jumlah kasus DBD, Pemerintah Kota Kupang akhirnya mencabut status kejadian luar biasa (KLB) atas kasus demam berdarah dengue (DBD) yang menyerang warga Kota Kupang sejak Januari 2019.

“Kasus DBD menunjukkan angka penurunan yang signifikan sehingga status KLB atas DBD, kami nyatakan untuk dicabut,” kata Wali Kota Kupang Jefri Riwu Koreh kepada wartawan di Kupang, Jumat (8/3/2019).

Wali Kota mengaku, Pemerintah Kota Kupang secara resmi menetapkan status kasus KLB DBD sejak 26 Januari 2019 dan telah mengakibatkan 530 orang menjadi korban. Penurunan kasus DBD, kata Jefri, terjadi setelah pemerintah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi kasus DBD seperti menggelar kegiatan fogging di berbagai tempat yang memiliki kasus DBD, abatesasi dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Menurutnya, pencabutan status KLB DBD dilakukan setelah melalui proses evaluasi dilakukan Dinas Kesehatan Kota Kupang bahwa kasus DBD mulai menurun.

“Sebelum status KLB DBD dicabut, Pemerintah Kota Kupang lewat dinas kesehatan melakukan survey terhadap kasus DBD yang terjadi dan ternyata menunjukan penurunan sehingga diputuskan untuk dicabut,” kata Jefri.

Jefri mengatakan, kendatipun status KLB dicabut, pemerintah terus mendorong masyarakat untuk melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui pola 3M plus yang dilakukan secara berkelanjutan dalam mencegah terjadinya serangan penyakit DBD.