Gubernur Lantik Bupati Perempuan Pertama di NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Gubernur Viktor Laiskodat melantik bupati perempuan pertama di NTT, Paulina Haning Bulu menjadi Bupati Rote Ndao bersama tiga bupati lainnya dan tiga wakil bupati.

Seremoni pengambilan sumpah/janji jabatan dan pelantikan bupati dan wakil bupati Rote Ndao, Manggarai Timur dan Timor Tengah Selatan (TTS) masa jabatan tahun 2019- 2024 serta bupati Sabu Raijua masa jabatan tahun 2016- 2021 itu berlangsung di Aula El Tari Kupang, Kamis (14/2/2019).

Keempat kepala daerah yang dilantik itu masing- masing, Paulina Haning Bullu dan Stefanus Saek sebagai Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao. Pada pilkada 2018 lalu, pasangan ini diusung Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Golongan Karya (Golkar) dengan meraih 22.098 suara.

Selain itu, Agas Andreas dan Jaghur Stefanus sebagai Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur. Pada pilkada 2018 lalu, pasangan ini diusung oleh yang didukung Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan meraih 46.537 suara.

Egusen Piter Tahun dan Jhoni Army Konay dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati TTS. Pada pilkada 2018 lalu, pasangan ini diusung Partai Golkar dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dengan meraih 3.475 suara.

Pada kesempatan itu, Gubernur Viktor Laiskodat juga melantik Nikodemus Rihi Heke yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati sebagai Bupati Sabu Raijua menggantikan bupati non aktif, Marthen Luther Dira Tome dalam sisa masa jabatan tahun 2016-2021.

Bupati Rote Ndao terlantik, Paulina Haning Bulu (isteri dari bupai sebelumnya, Leonard Haning) menyatakan, dirinya berkomitmen melayani masyarakat di pulau terselatan Indonesia itu secara maksimal. Bersama wakil bupati, pihaknya melanjutkan semua program yang telah dijalankan dan diletakkan bupati dan wakil bupati periode sebelumnya. Semua program yang dijalankan, tentunya bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Rote Ndao yang sejahtera.

“Langkah awal yang segera dilakukan dalam waktu dekat adalah melakukan konsolidasi secara menyeluruh, baik di kalangan birokrasi maupun masyarakat umum untuk samakan persepsi dalam membangun Rote Ndao,” terang Paulina.

Bupati TTS, Egusen Piter Tahun menjelaskan, program prioritas yang akan dilaksanakan lima tahun kepemimpinan mereka adalah menekan angka kemiskinan, mengingat TTS merupakan kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi di NTT. Jumlah penduduk miskin di TTS kurang lebih 139.000 dai total penduduk sebanyak kurang lebih 500.000 jiwa. Dengan kata lain, angka kemiskinan di TTS stagnan berada pada 26 persen.

“Kita targetkan, setiap tahun menurunkan angka kemiskinan di TTS sebesar satu persen dan dalam kurun waktu lima tahun mencapai lima persen,” tandas Piter Tahun.

Dia menyatakan, jumlah masyarakat yang mengalami pertumbuhan terhambat (stunting) juga sangat banyak. Bahkan secara nasional, TTS menempati urutan kedua jumlah stunting terbanyak. Persoalan lain yang juga mendapat perhatian adalah gizi buruk, pendidikan, infrastruktur dan kesehatan.

Gubernur Viktor Laiskodat telah menjanjikan akan membangun infrastruktur jalan di TTS, terutama menuju daerah pariwisata. Dengan bertumbuhnya sektor pariwisata, diyakini dapat menekan laju angka kemiskinan. Karena sektor ekonomi turut bertumbuh seiring permintaan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata.

“Objek wisata air panas, ada juga di TTS, tidak hanya di Kabupaten Ngada. Air panas ini terletak di wilayah Selatan TTS,” papar Piter Tahun.