Sepanjang 2018 Happy Hearts Indonesia Berhasil Membangun Kembali 18 Sekolah di NTT

Bagikan Artikel ini

Jakarta, NTTOnlinenow.com – 7 Februari 2019, Sepanjang 2018, Happy Hearts Indonesia (HHI), organisasi nirlaba yang berfokus di bidang rekonstruksi sekolah tak layak di tanah air, berhasil membangun 18 sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dari total 24 sekolah yang dibangun di Indonesia tahun lalu. Angka tersebut menandai bulan ke-9 kampanye #iamchange yang menargetkan pembangunan 200 sekolah di NTT dalam kurun waktu lima tahun. Ke-18 sekolah tersebut tersebar di tiga pulau besar NTT, yakni dua sekolah di Flores, tujuh di Sumba, dan sembilan lainnya di Timor Barat.

Dengan demikian, total jumlah sekolah yang telah dibangun semenjak Happy Hearts Indonesia memulai programnya di wilayah NTT pada tahun 2016 adalah sebanyak 30 sekolah. Lebih dari 1.500 anak-anak NTT telah merasakan manfaat dari keberadaan fasilitas belajar yang layak dari program tersebut.

Gabariel Lahar selaku Kepala Sekolah SD Munting Kajang, Flores, NTT yang merupakan salah satu sekolah yang dibangun oleh HHI tahun lalu merasa bersyukur dengan program pembangunan sekolah tersebut. “Sekarang, anak-anak lebih bersemangat saat datang ke sekolah. Ruang kelasnya cerah karena warna cat yang bagus. Lalu, kursi dan meja-mejanya juga sangat kuat ya, kualitasnya baik. Kami juga sangat bersyukur karena Happy Hearts Indonesia telah membangun toilet untuk siswa kami,” ujarnya.

Berkolaborasi dengan Ruang Berbagi Ilmu dan Reachout Foundation, HHI juga melaksanakan program Pelatihan Guru dan Manajemen Sekolah bagi sekolah anak usia dini di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kota Kupang. Pelatihan tersebut mencakup pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah, Penelitian Tindakan Kelas, Metode Belajar Kreatif, dan Peningkatan Kapasitas Guru. Selama 2018, sebanyak 280 orang guru terlibat dalam program pelatihan tersebut.

Berangkat dari keyakinan akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini, Happy Hearts Indonesia juga telah menyelenggarakan pelatihan Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) bagi siswa usia dini di sekolah-sekolah yang telah dibangun. Melalui program ini, anak-anak dilatih untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah. Pada 2018, setidaknya 8 sekolah di NTT telah mendapatkan pelatihan WASH, baik bagi siswa maupun guru.

Selain itu, sebagai bagian dari program #iamchange, Happy Hearts Indonesia juga menjalankan program percontohan bernama Happy Kids untuk memaksimalkan upaya peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak usia dini di wilayah NTT. Program ini mencakup pemberian seragam sekolah, makanan bernutrisi, pendidikan dan pengecekan kesehatan, hari lingkungan, dan hari inspirasi yang berlangsung selama satu tahun. Program Happy Kids sedang berjalan pada dua sekolah pendidikan anak usia dini di Sumba, yaitu PAUD Pelita Kasih Camme dan PAUD Kamaru Kaba, dengan total 92 siswa sebagai penerima manfaat.

Pada 2019, Happy Hearts Indonesia menargetkan pembangunan kembali 40 sekolah di Indonesia, dengan perkiraan sebanyak 26 sekolah di NTT, 4 di pulau Jawa, dan 10 lainnya di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Menurut CEO Happy Hearts Indonesia Sylvia Beiwinkler, target tersebut merupakan target terbanyak yang ditetapkan oleh HHI sejauh ini. Walau begitu, ia merasa optimis bahwa dengan dukungan dari berbagai pihak target tersebut akan tercapai.

Happy Hearts Fund, sebuah organisasi nirlaba internasional yang berdedikasi untuk membangun sekolah yang terdampak bencana alam di sejumlah negara, membangun kembali lebih dari 30 sekolah di Yogyakarta setelah gempa dahsyat pada tahun 2006. Tujuh tahun kemudian, pada 2013, Happy Hearts Fund meresmikan berdirinya Happy Hearts Indonesia (Yayasan Hati Gembira Indonesia) untuk mendukung rekonstruksi sekolah-sekolah yang tidak layak di berbagai daerah di Indonesia, baik yang terkena dampak bencana alam maupun sekolah-sekolah di daerah tertinggal. Sejak 2006, Happy Hearts telah membangun 150 sekolah, termasuk 26 sekolah di NTT, dan menjangkau lebih dari 50.000 anak di Indonesia sebagai penerima manfaat. Pada 13 Maret 2018, Happy Hearts Indonesia secara resmi meluncurkan kampanye #iamchange dengan target membangun kembali 200 sekolah di NTT dalam lima tahun ke depan.