Satgas Yonif Mekanis 741/GN Bedah Rumah Warga di Perbatasan RI-RDTL

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Betun, NTTOnlinenow.com – Selain melaksanakan tugas pokok menjaga wilayah perbatasan Negara Indonesia dengan Timor Leste, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara juga gencar melakukan program kemanusiaan peduli warga perbatasan.

Selain program Satgas dibidang kesehatan, pendidikan serta lainnya Satuan yang bertugas kurang lebih dua bulan sejak November tahun 2018 lalu ini telah merehab rumah milik beberapa warga yang kurang ekonominya di perbatasan dengan negara bekas Propinsi Indonesia ke-27 (Timor-Timur,red) itu.

“Sekak bertugas sampai saat ini sudah dua rumah milik warga yang direhab yakni satu rumah warga di Desa Aplal dan satu lagi di Napan,” ujar Dansatgas Mayor Inf. Hendra Saputra disela-sela kegiatan baksos pengobatan massal gratis di Desa Alas Selatan, Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, Kamis (17/1/2019).

Dituturkan bahwa, sejak bertugas November lalu diluar program utama di bulan Januari pihaknya sudah melakukan kegiatan pertama rehab dua rumah di daerah Pos Aplal dan Napan bawah perbatasan dengan Distric Oecusse-Timor Leste.

“Mungkin nanti kedepan, kami sudah bicarakan dengan Pemkab Malaka kedepan satu unit rumah warga akan dibedah juta satu unit di daerah Miomafo Tengah,” terang Hendra.

Jelas dia, adapun persyaratan bagi Pemerintah untuk bedah rumah warga yakni, benar-benar warga yang memiliki kesulitan. Seperti halnya yang terjadi di Miomafo Tengah yaitu, satu unit rumah ditempati 29 orang yang berukuran 3×6.

“Kemudian di pos Napan satu rumah ditempati oleh 12 orang. Maka dari itu kami berupaya semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat yang ada di wilayah perbatasan,” kata Hendra.

Kesempatan itu Hendra menekankan bahwa, jangan kawatir kami TNI berasal dari rakyat, kami hadir untuk warga dan kami akan membantu semaksimal mungkin bagi warga yang susah di wilayah perbatasan negara.

“Target kami bedah rumah kalau dalam sebulan dua kami lakukan dua unit, artinya kami bisa lebih kurang 12 unit rumah hingga selesai bertugas,” ujar dia.

Ditegaskan, daerah perbatasan itu merupakan garda terdepan kita NKRI. Kalau kita masyarakat pendatang atau kita sebagai Satgas
punya wewenang untuk membantu masyarakat kenapa tidak, pasti kita bantu semaksimal mungkin.

“Sudah saya sampaikan sesulit apapun masyarakat pasti akan kita bantu 1×24 jam pasti akan kita semaksimal mungkin,” ucap Hendra.

Kaitan dengan hasil yang diperoleh selama dua bulan bertugas jelas Hendra, hingga dengan saat ini khusus kami Satgas Mekanis 841/GN berhasil atau menggalang lebih kurang 29 pucuk senjata api terdiri dari 7 pucuk spring field satu rakitan dan revolber dan itu adalah senjata organik satu pistol.

“Kemudian jumlah amunisinya kurang lebih berbagai macam kalibarda baik itu 7,62 maupun 5,56 itu sekitar 500 butir yang sudah keluar,” kata dia.

Lanjut Hendra, selain itu juga pihaknya telah berhasil menggagallan upaya penyelundupan mobil ke negara tetangga. Di Pos Napan tiga unit sekarang sudah di Polres Belu dan satu lainnya telah laporkan ke Kolaops untuk ditindaklanjuti,” sebut dia.

Selain itu juga berhasil mengamankan sejumlah BBM kurang lebih 2 ton lebih juga penemuan satu buah granat tajam itu buatan USA itu sudah kami temukan dalam melaksaakan tugaa operasi pengaman wilayah perbatasan.

Mungkin giat-giat teritorial yang kami lakukan ini akan semakin gencar, masyarakat semakin simpati dengan kami bagian cara senjata itu bisa keluar. Supaya jangan lagi dipegang oleh warga karena itu tidak aman.

“Saya sudah tekankan kepada Anggota, apapun itu kejadiannya harus dilakukan penangkapan karena wewenang kami diperbatasan untuk melakukan itu. Salah satu pokok kami mencegah terjadinya penyelundupan. Itu kami punya wewenang melakukan swiping maupun terjadi penangkapan,” terang Hendra.