DPRD Apresiasi Pemkot Dapat Penghargaan Kota Layak Anak
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pada tanggal 23 Juli lalu, Kota Kupang kembali mendapat predikat sebagai Kota Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) RI. Pemghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri PPA, Yohana Yambise kepada Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore. Atas dasar itu, DPRD Kota Kupang memberikan apresiasi kepada pemerintah Kota Kupang, yang telah berjuang menempatkan Kota Kupang sebagai Kota Layak Anak.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Livingstone Ratu Kadja mengatakan, pihaknya mendukung pemerintah Kota Kupang atas penghargaan yang diterima. Tetapi ada satu catatan atau tugas pemerintah yang harus diselesaikan yaitu masalah anak jalanan.
“Karena anak itu tempatnya di rumah mendapatkan kasih sayang dan mendapatkan segala kebutuhannya, mendapatkan pendidikan di sekolah, bermain dan belajar bersama teman sebayanya, bukannya anak harus turun ke jalan untuk bekerja,” katanya.
Menurut Livingstone, jika anak sudah turun ke jalan untuk bekerja, maka akan sangat berpengaruh pada perkembangannya, baik itu psikologi maupun fisiknya.
“Jika anak sudah dipaksa kerja, bagaimana dengan sekolahnya, bagaimana masa depannya, ini yang harus diselesaikan, karena anak-anak sekarang ada masa depan kota dan bangsa ini,” terangnya.
Dia mengaku, untuk dukungan anggaran, tentunya DPRD sangat mendukung, pemerintah juga diharapkan dapat berperan secara baik, menyusun berbagai program kegiatan yang berdampak langsung terhadap anak.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Viktor Haning memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang menerima penghargaan Kota Layak Anak.
“Namun kita juga perlu melihat keadaan dilapangan dengan melihat grafik tentang jumlah kasus kekerasan terhadap amak, pelecehan seksual, anak-anak dibawah umur yang dipekerjakan, anak usia sekolah yang putus sekolah, dan masalah lainnya yang sementara dihadapi sekarang ini,” kata Viktor.
Menurut Viktor, pemerintah Kota perlu mencari solusi dan menyikapi hal ini dengan serius, agar bagaimana angka negatif ini bisa turun, dan semua hak anak di Kota Kupang dapat terpenuhi secara baik.
Dia menjelaskan, penghargaan KLA tentunya diterima karena berbagai kriteria yang harus dipenuhi, tentunya harus berbanding lurus dengan kenyataan, hal ini sebagai motivasi bagi pemerintah agar terus berupaya mewujudkan Kota layak anak.
“Jadi jangan hanya penghargaan semata, lalu pelaksanaannya tidak ada, kita sudah melakukan beberapa langkah, diantaranya sekolah ramah anak, puskesmas ramah anak, dan kelurahan ramah anak, bagaimana agar apa yang sudah dibentuk ini dimaksimalkan dan ditingkatkan di semua kelurahan, sekolah dan puskesmas, itu yang harus dipikirkan,” katanya.
Dia berharap agar pemerintah Kota Kupang segera melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat agar dapat mencari solusi bagaimana mengatasi masalah anak-anak yang bekerja di bawah umur, karena sebagian besar mereka adalah anak-anak di luar Kota Kupang.
“Saya secara pribadi berharap penghargaan ini bukanlah penghargaan semata dan simbol saja, tetapi sebagai motivasi agar pemerintah bekerja secara serius dalam masalah anak, sehingga penghargaan ini benar-benar layak diterima,” ungkapnya.

