Polisi Genjot Kasus Dugaan Korupsi di Malaka

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Tim Penyidik Tipikor Polres Belu terus melakukan pengembangan kasus dugaan korupsi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (PKPO) Kabupaten Malaka.

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing yang dihubungi awak media, Rabu (29/8/2018) menuturkan, pihaknya tetap meberikan perhatian pada kasus dugaan korupsi pada dua Dinas di Kabupaten Malaka.

“Untuk kasus Malaka masih kita dalami. Kita masih lanjutkan dengan pengembangan data,” ujar dia.

Untuk kasus Malaka seperti lampu sehen, tembok penahan sungai Bebenai dan gedung SMA di Desa Wederok Kecamatan Weliman masih dalam pengembangan.

“Jika dalam pengembangan maupun penambahan data dilapangan ada kecurigaan maka akan kita tindaklanjut,” ujar dia.

Ditegaskan, intinya pihak Kepolisian tetap fokus dalam penanganan kasus dugaan korupsi terhadap dua Instansi di Kabupaten Malaka.

“Kita masih dalami, dan untuk pihak ketiga belum diperiksa. Kalau memang ada info pengerjaan sehen dikuasakan akan kita telusuri,” tandas Tobing.

Diberitakan sebelumnya penyidik Tipikor Polres Belu telah meminta keterangan dari Kepala Dinas PKPO Malaka, Petrus Seran terkait dugaan penyelewengan dana pembangunan Sekolah baru SMA Wederok, Kecamatan Weliman senilai Rp 2,1 milyar lebih.

Selain itu juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Malaka, Yohanes Nahak yang diperiksa penyidik pada awal bulan terkait kasus dugaan korupsi proyek perkuatan tebing Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka senilai Rp 3.287.095.000 yang bersumber dari DAU tahun anggaran 2016.

Tidak saja itu tim penyidik juga fokus mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan lampu sehen sebanyak 1.529 unit pada Tahun Anggaran 2016 senilai Rp 6.792.404.000 dan 268 unit pada Tahun Anggaran 2017 senilai Rp 1.130.131.000 pada Dinas PU Malaka.