John O.Saitakela : Partai Berkarya Solusi Untuk Bangsa Indonesia

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Mengapa saya memilih Berkarya dari pada bekerja? Menurut Putra Alor, NTT, bekerja tidak selalu membutuhkan kecerdasan (orang bodoh sekalipun dapat bekerja), namun Berkarya, hanya orang-orang cerdas yang mampu melakukannya. Sepenggal kalimat dengan makna filosofi yang dalam keluar dari mantan kader Golkar yang kini bergabung di Partai besutan Hutomo Mandala Putra.

Menurut Calon Legislatif Daerah Pemilihan NTT 2 ini, hadirnya Partai Berkarya sebagai solusi atau jalan tengah menuju kemandirian. Seperti diprediksi, akan tiba suatu masa dimana masyarakat luas akan terkenang kembali jasa dan prestasi para pemimpinnya, termasuk era Presiden Soeharto. Hadirnya Partai Berkarya yang digawangi Hutomo Mandala Putra dan Priyo Budi Santoso, menjadi daya tarik sekelompok masyarakat yang merindukan nostalgia masa lalu.

Partai Berkarya hadir dengan mengusung kembali ajaran Soeharto tentang Tri Logi Pembangunan sebagai jawaban atas situasi bangsa dewasa ini. Tri Logi kekinian yang intinya adalah pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan pembangunan dan stabilitas nasional yang mantap, demikian dikatakan John Saitakela.

Menurut Bendahara MKGR, Partai Berkarya adalah solusi kerinduan masyarakat yang selama ini terbelenggu akan ekonomi, ketahanan pangan dan stabilitas keamanan. Untuk itu Partai Berkarya tidak ragu dengan mensosialisasikan apa yang baik dari mantan Presiden Soeharto.

“Sudah menjadi tanda-tanda alam, siklus 20 tahun reformasi”, tegas John.

Untuk membuktikan komitmen kader Partai Berkarya pada tanggal 21-23 Juli 2018, diadakan Diklat bagi 575 Caleg DPR RI di Sentul, Jawa Barat. Hadirnya komisi anti rasuah dan penandatangan pakta integritas para Caleg di depan Ketua Umum dan Fungsionaris Partai, menunjukkan Partai ini tidak ada kompromi dengan KKN, lanjut John.

Beberapa waktu lalu Indo Barometer merilis survei nasional bertajuk ‘Evaluasi 20 Tahun Reformasi’. Salah satu aspek yang digunakan dalam survei Indo Barometer adalah tingkat kepuasan publik atas kinerja Presiden RI.
Presiden kedua Soeharto menempati posisi pertama sebagai presiden yang paling berhasil di Indonesia. Hasil survei memperlihatkan Soeharto dipilih oleh 32,9% persen responden. Adapun posisi kedua ditempati sosok proklamator, Presiden Soekarno 21,3%, lalu ketiga ditempati Joko Widodo (17,8 persen).