Polres Belu Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Turangga 2018

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kepolisian Resor (Polres) Belu melaksanakan apel gelar pasukan operasi patuh turangga 2018 di halaman Mapolres Belu, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste, Kamis (26/4/2018).

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing selaku Inspektur Upacara dalam amanatnya mengatakan, salah satu yang menjadi fokus perhatian saat ini adalah keselamatan bagi pengguna jalan. Keselamatan memang sesuatu yang pertama dan utama dalam berlalu lintas.

“Dalam konteks ini lalu lintas dapat dipahami sebagai urat nadi kehidupan, cermin budsya bangsa dan cermin tingkat modernitas,” ujar dia.

Jelas dia, keselamatan dalam berlalu lintas memang sering diabaikan bahkan tidak dianggap penting. Hal itu dapat ditunjukan dari political will kesadaran pengguna lalu lintas, baik pejalan kaki, pengendara kendaraan bermotor maupun pengguna jalan lainnya masih rendah.

“Untuk sasaran dan target operasi, penajamannya ditentukan oleh masing-masing wilayah sesuai dengan situasi kamtibmas lantas terkini,” urai Tobing.

Dijelaskan, Polri telah menetapkan kalender operasi patuh, yang rutin dilaksanakan setiap menjelang hari raya Idul Fitri. Operasi patuh tahun 2018 ini akan dilaksanakan selama 14 hari kedepan terhitung mulai tanggal 26 April sampai dengan 10 Mei mendatang secara serentak di seluruh Indonesia.

Adapun sasaran prioritas operasi patuh tahun ini yakni, pengemudi menggunaka handphone, pengemudi melawan arus, pengemudi sepeda motor berbonceng lebih dari satu, dibawah umur, tidak menggunakan helm standar SNI, bermotor menggunakan narkoba, mabuk dan pengemudi berkendaraan melebihi batas kecepatan yang ditentukan.

“Dengan penindakan sasaran pelanggaran lalu lintas tersebut maka diharapkan operasi patuh tahun ini dspat menekan jumlah korban fatalitas dan meminimalisir kemacetan lalu lintas serta terwujudnya kamseltibcarlantas,” pinta dia.

Akhir amanat Tobing tekankan selama gelar operasi dilaksanakan utamakan faktor keamanan dan keselamatan dengan mempedomani standar operasional prosedur yang ada. Hindari tindakan pungli dan lakukan tugas operasi patuh dengan baik tanpa menimbulkan komplain dari masyarakat.

Tambah Tobing usai kegiatan, operasi turangga patuh di Kabupaten Belu dan Malaka melibatkan 200 personel dengan mengedepankan fungsi lalu lintas. Pada prinsipnya terkait dengan bagaimana menyadarkan, meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalulintas

“Kesadaran berlalu lintas harus dimulai sejak usi dini dan kita juga telah lakukan pembinaan lalu lintas kepada pelajar dan masyarakat umum. Diharapkan masyarakat sadar dalam berlalu lintas tentunya perhatikan keselamatan sehingga dapat tekan angka kecelakaan,” pungkas dia.

Gelar apel tersebut melibatkan personel dari Polres Belu, Brimob Atambua, Personel Kodim 1605/Belu, Sud Den POM, Satgas Yonif 743/PSY dihadiri Pimpinan Forkopimda Belu, Dansatgas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 743/PSY, Danramil 01 Atambua serta seluruh Perwira jajaran Polres Belu.