NTT Alami Deflasi 0,15 Persen di Februari 2018
Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2018 harga barang dan jasa kebutuhan pokok masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami penurunan atau deflasi 0,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,71.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maritje Pattiwaellapia dalam konferensi pers di Kupang, Rabu (1/3/2018).
Menurut Maritje, deflasi terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan dan kelompok bahan makanan yang mengalami deflasi sebesar 1,61 dan 0,02 persen.
“Sedangkan kelompok lainnya mengalami kenaikan indeks harga dimana kelompok makanan jadi mengalami kenaikan tertinggi sebesar 0,51 persen,” ungkapnya.
Dia menyebut dari dua Kota IHK di NTT, Kota Kupang mengalami deflasi sebesar 0,25 persen sedangkan Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 0,48 persen.
“Hingga saat ini baru dua kota saja yaitu Kota Kupang dan Kota Maumere, nanti di tahun 2019 akan ditambah lagi satu kota yaitu Kota Waingapu di pulau Sumba,” sebutnya.
Maritje menjelaskan, dari 82 kota sampel IHK Nasional, sebanyak 55 kota mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi pada Februari 2018.
“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura sebesar 1,05 persen dan terendah terjadi di Kota Palangka Raya dengan inflasi sebesar 0,04 persen. Deflasi terbesar terjadi di Kota Medan sebesar 0,96 persen,” papar Maritje.

