Sekda Belu Selesaikan Masalah Karyawan Dengan PDAM Belu
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kisruh antara karyawan dengan Direktur PDAM Belu akhirnya diselesaikan oleh Sekda Belu, Petrus Bere dalam pertemuan bersama seluruh staf, Senin (21/1/2018).
Dikatakan bahwa, tidak ada persoalan dalam managemen PDAM Belu. Yang ada hanya keluhan para karyawan yang disampaikan atas sikap Direktur PDAM Belu.
“Soal kisruh tidak ada, hanya keluhan. Dan itu biasa, antara bapak dan anak dalam suatu rumah tangga. Karena biasanya kalau satu dua orang berkumpul maka tentu saja ada beda pendapat dan keluhan,” jelas Bere.
Menurut dia, namanya organisasi dan kebersamaan selalu ada dinamika. Ini menunjukkan adanya tanda kebaikan untuk membenahi perusahaan PDAM ke arah yang lebih baik.
Sementara wacana berkaitan akan diberhentikan karyawan, Bere membantah tidak ada benar informasinya. Itu hanya sebatas isu yang dihembuskan. Demikian pun kisruh yang terjadi disebabkan adanya tunggangan kepentingan politik.
Masih menurut dia, persoalan dalam internal PDAM tidak ada muatan kepentingan politik. Karena itu diingatkan jangan sibuk dengan urusan politik. Pemerintah sementara membenahi PDAM agar semakin baik ke depan.
Baca juga : Dewan Pengawas PDAM Turun Tangan Klarifikasi Polemik Karyawan dan Direktur
“Masalah ini jangan bawa ke hal politik. Kita ingin PDAM lebih baik,” tegas dia.
Lanjut dia, hal-hal internal yang menjadi keluhan karyawan akan diselesaikan bersama Direktur. “Yah, akan tuntaslah. Nanti, kami akan selesaikan,” ucap mantan Sekwan itu.
Bersamaan Direktur PDAM Belu, Yunius Koi Asa mengatakan sikap karyawan dan apa yang dilakukan selama masa kepemimpinan merupakan bagian dari keterbukaan. Karyawan menghendaki supaya PDAM lebih baik. Itulah yang disampaikan dalam sikap dan keluhan selama ini.
Dikatakan, sikapnya itu sejalan dengan apa yang diharapkan. Itulah sebabnya, aktivitas PDAM tidak terhenti selama ada suasana yang dinilai sebagai kisruh internal perusahaan. Menurutnya, sikap karyawan dan apa yang dilakukan selama ini juga merupakan itikad baik untuk bekerja dan membawa PDAM mencapai tujuan Belunisasi PDAM.
Akui dia, memang ada mosi tidak percaya yang terjadi, akan tetapi arahannya selaku Pimpinan diikuti dan dilaksanakan. Sikap karyawan yang terbuka dipandang sebagai kritik yang konstruktif dan visioner demi kemajuan perusahaan bukan kepentingan pribadi perorangan.
“Jadi, mosi tidak percaya sejak dilaporkan hingga saat ini selesai karena kami semua punya tujuan yang sama memajukan lembaga ini,” pungkas Yunius.

