Di Bawah Guyuran Hujan Lebat, Victor Josep Berjalan Kaki Mendaftar di KPU NTT

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Walau hujan lebat yang mengguyur Kota Kupang, namun tidak mengurung niat bakal pasangan calon Gubenur (Bacagub) dan bakal calon Wakil Gubernur (bacawagub) NTT, Victor Laiskodat dan Josef Nae Soi serta ribuan simpatisan untuk berjalan kaki menembus derasnya hujan mendatangi kantor KPU NTT, di jalan Polisi Militer Kota Kupang untuk mendaftar diri, Rabu (10/01/2018).

Dalam kondisi basah kuyub Pasangan calon yang diusung Partai Golkar, Nasdem, Hanura dan PPP tiba di KPU NTT setelah menempuh perjalanan dari Kantor DPD Nasdem ke kantor KPU NTT yang berjarak sekitar 700 meter diiringi tarian Ja’i.

Selain tarian Ja’i, setibanya di kantor KPU NTT, pasangan calon Victor Jos disambut dengan Natoni adat di halaman kantor. Pasangan calon itu dihantar ribuan pendukung dan simpatisan serta beberapa tokoh politik NTT.

Nampak Tokoh politik yang hadir, ketua DPRD, Anwar Pua Geno, Ketua DPD II Golkar Kota Kupang Jonas Salean, Bupati TTU Raymundus Fernandez, Kristo Blasin, Honing Sani, , Melki Laka Lena, dan lainnya.

Sebalum mendaftar diri di KPU NTT bakal calon wakil gubernur NTT Josef A Nae Soi menggelar Ritual Adat, Rabu (10/1/2018) dilangsungkan sejak pukul 06.00 Wita. Ritual adat “Riaurangana” dipimpin tokoh adat masyarakat Ngada Felix Seka dan dihadiri kerabat dan keluarga Josef Nae Soi.

Pantaun wartawan sekitar pukul 06.00 Wita kerabat dan handai taulan Josef Nai Soi mulai mendatangi tempat prosesi adat tersebut. Setelah sejak menikmati pisang dan ubi rebus yang sudah disediakan dengan kopi Bajawa, ritual ada dimulai sekitar pukul 06.45 Wita.

Ritual diawali dengan pembacaan mantra-mantra yang diucapkan Felix Seka. Sebelumnya sudah disediakan seekor babi dan sebilah parang Bajawa. Sambil membacakan mantra, tua adat yang didampingi Josef A Nae Soi melempar butir-butir beras ke arah babi tersebut.

Selang beberaoa setik kemudian, Josef A Nae Soi mengayunkan parang ke arah kepala babi.

Lalu parang tersebut diserahkan kepada salah seorang kerabat lalu parang Bajawa tersebut diayunkan ke kepala babi tersebut. Hanya sekali ayunkan parang yang disasar di kepala, babi tersebut langsung tidak bersuara. Padahal sebelumnya babi tersebut berontak dan mengeluarkan suara yang cukup kencang. Tapi sekali ditebas babi itu diam dan tak bersuara.

Usai ritual adat, Felix Seka mengatakan, Ritual Riaurangana merupakan prosesi adat untuk meminta restu leluhur sebelum memasuki momentum penting dalam kehidupan seorang anak manusia.

Bakal calon Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, usai prosesi adat tersebut mengatakan, maju dalam kontestasi politik Pilgub NTT karena didorong oleh panggilan Allah, Alam dan Arwah atau 3-A.

Dalam konteks itu, ritual adat sebelum mendaftarkan diri bersama Pak Viktor ke KPU NTT merupakan manifestasi dari permohonan kepada para leluhur yang telah memanggil kembali untuk mengabdi di NTT.

Usai ritual di kediamannya, Josef A Nae Soi bersama kerabatnya menuju kediaman Viktor Bungtilu Laiskodat. Sekitar pukul 08.18 Wita rombongan Josef A Nae Soi diterima secara adat di kediaman Viktor Bungtilu Laiskodat, lalu bersiap menuju KPU NTT untuk mendaftarkan diri.TIM