Dua Bangunan Sekolah di TTU Ambruk, Butuh Perhatian Serius Pemerintah

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Dua bangunan sekolah darurat di Kabupaten Timor Tengah Utara ambruk diterjang hujan dan bencana puting beliung. Dua sekolah yang mengalami musibah itu, Sekolah Menengah Pertama (SMP) satu Atap (Satap) Negeri Nian kecamatan Miomafo Tengah dan SD Negeri Banoko di desa Hauteas Barat Kecamatan Biboki Utara.

Terkait ambruknya sekolah darurat dengan empat ruang kelas SMP Satap Negeri Nian, Kepala Sekolah Maria Rosalinda Bano mengatakan, kerusakan bagunan cukup parah namun beruntung para siswa berhasil menyelamatkan diri.

“Bagian atap bangunan dan dinding yang terbuat dari bebak rubuh, beruntung saat itu anak – anak cepat berlari keluar selamatkan diri. Semua barang dalam kelas rusak, Meja tanam yang terbuat dari kayu disanggah dua tiang sebagian besar ikut rubuh, semua kursi plastik yang dibawa masing – masing murid dari rumah hancur total”. kisah Kepsek Rosalinda yang ditemui di lokasi sekolah SMPN Satap Negeri Nian pada Rabu (22/11/2017).

Rosalinda mengaku, pengajuan proposal ke Dinas PPO kabupaten TTU sudah diserahkan sejak tahun 2016. Namun hingga akhir tahun 2017 ini belum ada respon dari dinas yang bersangkutan. “Saya sudah pernah ajukan proposal ke Dinas PPO Kabupaten TTU sejak tahun 2016, responnya waktu itu sangat baik. Janjinya pada bulan Februari 2017 akan ada survey ke lokasi tapi hingga bencana ini melanda di penghujung tahun 2017 tidak ada yang datang”, lanjut Rosalinda.

Dia mengingat sejak tahun 2014, sudah empat tahun SMP Satap Negeri Nian pinjam pakai ruang belajar sekolah Dasar katolik Nian, sehingga bulan Juli tahun 2017 pihak komite sekolah dan orang tua murid bersama membangun secara swadaya sekolah darurat tersebut. Namun baru difungsikan selama dua bulan lebih sudah ambruk diterpa angin puting beliung.

Baca juga : Bocah 12 Tahun Tenggelam Saat Mandi di Sungai Motamaro

Atas musibah tersebut, meskipun sebagian warga Nian menilai tidak ada perhatian pemerintah sejak awalnya, mengingat sudah empat tahun KBM SMPN Satap Nian berlangsung di SDK Nian namun Kepsek Rosalinda tetap bersyukur pasalnya KBM sudah kembali berjalan normal. Atas koordinasinya dengan Kades dan kepsek SDK Nian, seratus dua belas muridnya bisa kembali mengikuti KBM di ruang kelas SDK Nian.

Sementara bupati TTU Raymundus Sau Fernandus sesuai berita terdahulu, berjanji akan mengalokasikan anggaran dari dana APBD untuk pembangunan sekolah permanen di tahun 2018. Namun demikian kepsek Rosalinda tetap berharap pihak pemerintah yang sudah berjanji akan menyumbangkan material agar segera direalisasikan sehingga masyarakat bisa bekerja cepat menanggapi kebutuhan guru dan siswa.

“Permintaan kami, kalau bisa dari pihak pemerintah yang sudah berjanji akan memberikan bantuan material agar realisasinya dipercepat, sehingga masyarakat bisa mulai bekerja sambil menunggu janji bapak bupati. Mengingat kami tidak mungkin selama bertahun – tahun terus meminjam sekolah lain”, pinta Kepsek Rosalinda.

Belum berselang lama bangunan SMP Satap Negeri Nian ini ambruk diterpa angin puting beliung, menyusul salah satu Sekolah Dasar negeri Banoko di desa Hauteas Barat kecamatan Biboki Utar turut ambruk disebabkan bencana hujan dan angin kencang.