Tim Advokasi Gelar Sosialisasi Eliminasi Malaria di Kefamenanu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Tim advokasi Malaria Propinsi Nusa Tenggara Timur yang terdiri dari Akademisi, Pemerintah dan Media menggelar sosialisasi eliminasi Malaria bertempat di aula lantai II Kantor Bupati Kefamenanu, TTU, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste, Rabu (8/11/2017).

Harianto selaku Kabid Yankes Dinas Kesehatan TTU dalam sambutan Bupati TTU sekaligus membuka kegiatan mengatakan, pertemuan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk menurunkan angka kesaktian Malaria yang masih menjadi persoalan kesehatan di Indonesia dan NTT pada khususnya.

“Terimaksih untuk para peserta yang telah hadir dalam pertemuan ini. Kehadiran ini merupakan wujud dari kepeludian, komitmen dan rasa tanggung jawab untuk bebaskan TTU dari malaria melalui satu upaya pencegahan yang terorganisir dan terukur,” ucap dia.

Kabupaten TTU jelas Harianto, termasuk daerah endemik malaria. Kondisi ini menyebabkan tingginya angka kesaktian dan kematian bahkan kejadian luar biasa, terutama pada kelompok masyarakat yang rentan seperti ibu hamil, bayi dan balita. Maka tidaklah mengherankan bila upaya pemberantasan malaria menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan kesehatan.

Secara nasional Pemerintah telah menyatakan perang terhadap malaria melalui keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 293/Menkes/SK/IV/2009 tentang eliminasi malaria. Eliminasi malaria dilakukan secara menyeluruh dan terpadu oleh Pemerintah, Pemda bersama mitra kerja pembangunan termasuk LSM, dunia usaha, lembaga donor, organisasi profesi, kemasyarakatan yang mana salah satu target yakni Indonesia bebas Malaria pada 2030.

“Upaya eliminasi malaria harus terus kita lakukan agar TTU sudah bebas dari malaria sebelum 2030. TTU sudah bebas dari malaria apabila tidak ditemukan lagi kasus penularan setempat selama tiga tahun berturut-turut, serta dijamin dengan kemampuan pelaksanaan pemantauan yang baik,” ucap dia.

Kepada para peserta sosialisasi yang teridri dari petugas media dari Puskesmas, perwakilan POLRI-TNI, Kajari, Dinas teknis terkait serta unsur komponen yang hadir diharapkan untuk bersama-sama terus membangun komunikasi dan kerja sama yang baik untuk mewujudkan TTU bebas malaria sebelum 2030.

Pius Selasa anggota tim Advokasi Malaria menambahkan, tujuan dilakukan advokasi dan sosialisasi oleh tim eliminasi Malaria terkait dengan daerah TTU yang termasuk salah satu daerah yang akan masuk dalam program eliminasi Malaria tahun 2019.

Untuk diketahui, tim advokasi dan sosialisasi eliminasi Malaria ditetapkan berdasarkan SK Gubernur NTT. Adapun keanggotaan tim yakni, Ketua Pius Rengka, Wakil Ketua Dr. Hyronimus Fernandes, Sekretaris Pius Weraman. Sementara itu anggoya tim yakni, Kristien Samiyati Pati, Kristofora Bantang, Ermi Ndoen, Pius Selasa, Dion D. B Putra, Aleks Dimu, Polce Amalo dan Gerardus Manyella.