Prajurit Satgas Yonif Raider 712 Pos Asulait Dan Warga Panen Padi

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Program TNI ketahanan pangan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan warga di perbatasan Belu dan Timor Leste membuahkan hasil.

Di Dusun Asulait, Desa Sarabau, Kecamatan Tasifeto Timur, Timor Barat personel TNI Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 712/Wiratama Pos Asulait bersama warga melakukan panen padi, Jumat (13/10/2017).

Letda Edy S kepada media mengatakan, padi yang dipanen bersama warga ini merupakan binaan personel TNI kurang lebih tiga bulan sejak ditanam bulan Agustus lalu. Luas lahan yang dipanen saat ini sekitar dua hektare.

Dikatakan, sebelumnya lahan lahan ini tidak berfungsi. Satgas manfaatkan dengan membuka lahan dan mulai menanam anakan padi sejak 4 Agustus lalu. Panen ini kali kedua, sebelumnya telah dipanen di lokasi binaan dalam pos Asulait dan lahan tersebar di dusun Maukdomuk.

“Banyak lahan disini tapi tidak dimanfaatkan. Buka lahan sawah ini saya, kemudian bertemu warga untuk membuka sawah. Kita manfaatkan air sungai, kita bendung kemudian aliri ke sawah dan berhasil,” jelas Danpos Asulait Satgas Yonif Raider 712 asal Manado itu.

Baca juga : Edison: TMMD Harus Optimal dan Bermanfaat Bagi Warga di Tapal Batas Belu

Kesempatan itu dia mengajak seluruh warga di Asulait untuk melakukan bercocok tanam padi dengan memanfaatkan lahan tidur atau kosong yang ada. Selain itu juga direncanakan sisa tugas yang ada akan manfaatkan lahan lain untuk menanam jenis sayur mayur untuk menambah ekonomi warga.

Lanjut Edy, pengolahan padi kerjasama Satgas dengan hand pangan termasuk dengan Kodim karena merupakan program TNI bersama rakyat TNI kuat. Adapun dijelaskan warga setempat sudah bentuk kelompok tani dengan pintu air dan sudah ajukan kerjasama PPL sehingga mudah memperoleh pupuk untuk tanaman padi.

“Hasil panen rencana kita akan dikoordinasikan dengan koperasi atau hand pangan juga akan disalurkan ke Bulog. Kita terus dampingi kelompok tani dengan cara berikan bimbingan dan cara pengolahan,” pungkas Edy.

Agus Moruk salah seorang petani mengatakan, awalnya lahan ini belum pernah digarap. Sehingga rasapeduli bapak TNI di pos Asulait membentuk kelompok kami sementara bisa jalani ini. Awalnya kami sulit dengan air, tapi oleh bapak satgas mereka berusaha alirkan air dari sungai dengan bantuan alat berat.

“Sudah 10 tahun lahan ini tidak diolah dan terimakasih buat bapak TNI di Pos Asulait yang sudah mendorong kami cara menanam, merawat dan memupuk. Habis panen ini kami kelompok akan tanam lagi karena airnya sudah lancar,” pungkas Moruk.