Nilai-Nilai Kesetiakawanan Sosial Perlu Dibangkitkan Kembali

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Nilai-nilai kesetiakawanan sosial merupakan komitmen rakyat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai kesetiakawanan sosial tersebut perlu dibangkitkan kembali guna meminimalisir terjadinya kesenjangan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Kasubdik Pelestarian Nilai-Nilai Kepahlawanan dan Keperintisan, Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial (K3RS) Kementerian Sosial RI, Arif Nahari sampaikan ini pada acara Talkshow dan Diskusi Pemuda di Kupang, Selasa (26/9/2017).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Circle of Imagine Society (Cis) Timor itu mengangkat tema “Membangun Kesetiakawanan Sosial yang Inklusif dalam Perspektif Orang Muda”.

Narasumber pada kegiatan talkshow yang dimoderatori oleh Anna Djukana, salah seorang Aktivis Perempuan NTT ini, yakni Arif Nahari dari Kemensos RI, Kepala Biro (Karo) Humas Setda Provinsi NTT, Semuel Pakereng dan Ketua Bidang Pemuda Sinode GMIT, Pdt Jahja A.Millu.

Pada kesempatan tersebut, Arif Nahari menyatakan, Kementerian Sosial RI mengharapkan kepada seluruh LSM, organisasi sosial kemasyarakatan dan seluruh organisasi keagamaan di Indonesia untuk melahirkan jiwa- jiwa kesetiakawanan sosial di lingkungannya masing- masing.

“Karena dengan jiwa kesetiakawan sosial itu, kita tidak lagi membeda- bedakan suku, agama, ras dan antargolongan. Dengan kesetiakawanan sosial, menghantarkan komitmen berbangsa dan bernegara,” katanya.

Baca juga : Aryz Bulo Putra NTT Yang Berhasil Menjadi Jawara Gitar Dunia

Arif menambahkan, menghidupkan kembali nilai-nilai kesetiakawan sosial merupakan salah satu kiat merubah perilaku bangsa. Dan nilai- nilai tersebut harus diawali dari diri sendiri dan bukan sesuatu yang hanya dikampanyekan semata, tetapi menjadi sesuatu yang baik untuk dilakukan bersama.

Karo Humas Setda Provinsi NTT, Semuel Pakereng mewakili pemerintah provinsi menyampaikan terima kasih kepada Perkumpulan Relawan CIS Timor yang menginisiasi kegiatan dimaksud. Diharapkan, kegiatan tersebut dapat membawa manfaat bagi semua anak bangsa, khususnya orang muda untuk dapat menerapkan nilai-nilai kesetiakawanan sosial.

Diakatakannya, kesetiakawanan sosial atau rasa solidaritas merupakan potensi spiritual, komitmen bersama sekaligus jati diri bangsa. Oleh karena itu, kesetiakawanan sosial merupakan nurani bangsa Indonesia yang terimplikasi dengan sikap dan perilaku yang dilandasi oleh kesadaran dan keyakinan serta partisipasi sosial sesuai dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan.

Pdt Jahja A. Millu dalam materinya menekankan, solidaritas sosial bukan berbicara soal persamaan tetapi lebih kepada kesetaraan. Prinsip penting solidaritas adalah berusaha menyeimbangkan individu dan masyarakat serta untuk hidup dalam ketegangan antara meningkatnya fokus pada hak dan kebebasan individu dan kebutuhan akan kepentingan bersama atau kolektif.

“Solidaritas hanya bisa dibangun bila setiap orang sebagai anggota masyarakat menganggap orang lain sebagai entitas yang penting, sepenting dirinya,” tandasnya.