Melki Lelo : Pembelian Mobil Tangki Bukan Solusi Atasi Krisis Air Bersih

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinneow.com – Rencana Pemerintah Kabupaten Belu yang akan membeli kendaraan tangki air sebanyak 15 unit di tahun 2018 mendatang mendapat sorotan dari beberapa anggota DPRD Belu.

“Rencana itu bukan solusi tepat untuk atasi kesulitan air bersih yang dialami warga Belu,” ujar Ketua Fraksi Keadilan dan Persatuan DPRD Belu, Melkiyaris Lelo yang dihubungi, Senin (25/9/2017).

Dijelaskan, persoalan air bersih di wilayah Belu bukan hal baru tetapi selalu dialami warga setiap tahun khususnya pada musim kemarau, dan untuk mengatasi kesulitan tersebut, solusi yang harus diambil jangka panjang.

“Kalau beli mobil akan ada biaya lain-lainnya. Harusnya dipikirkan eksploitasi sumber air yang ada atau membuat sumur bor,” ucap mantan jurnalis itu.

Dikatakan bahwa, ada beberapa mobil tangki air juga mobil tangki bantuan yang selama beroperasi dan ini yang harus dimaksimalkan Pemerintah Kabupaten untuk melayani warga Belu yang sering mengalami kesulitan air bersih setiap tahun.

Baca juga : Nasib Sembilan Calon Daerah Otonomi Baru di NTT Belum Pasti

“Jangan hanya berpikir untuk pengadaan mobil tangki. Terus bagaimana dengan mobil tangki bantuan Pemerintah yang ada selama ini,” ujar Melki.

Senada diungkapkan Anggota Fraksi Partai Golkar, Theodorus F.Seran Tefa bahwa, solusi Pemkab mengatasi kesulitan air dengan membeli mobil tangki yang direncanakan tahun depan tidak tepat untuk jangka pendek.

“Kalau untuk bantu warga bisa, tapi kalau boleh dipikirkan solusi lain untuk jangka panjangnya,” ucap dia.

Sebelumnya, Bupati Belu, Willybrodus Lay dalam acara coffee morning bersama Forkopimda dan OPD Belu, Jumat (22/9) lalu di rujab Bupati menyikapi hal yang disampaikan Kadis Perumahan Eda Fahik kesulitan melayani air bersih karena kekurangan mobil tangki mengatakan, Pemerintah akan pengadaan mobil tangki air sekitar 15 unit pada tahun 2018.

“Tahun depan kita akan pengadaan mobil tangki air untuk atasi kesulitan air bersih yang dialami warga. Nanti satu unit mobil untuk setiap Kecamatan dan Kelurahan guna membantu salurkan air bersih saat warga sulit memperoleh air bersih,” ujar Lay.