Pemda Nagekeo Diminta Selesaikan Masalah Sosial

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Nagekeo diminta untuk menyelesaikan persoalan sosial paling lambat akhir tahun 2017, sehingga awal 2018 pembangunan fisik waduk Lambo mulai dikerjakan.

Permintaan ini disampaikan anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai NasDem, Jhon Elpy Parera kepada wartawan di Kupang, Kamis (7/9/2017).

Menurut Elpy, pembangunan waduk Lambo merupakan salah satu program Pemerintahan Jokowi yakni membangun dari pinggir Indonesia dalam spirit Nawa Cita. Walau salah satu dari sejumlah waduk yang akan dibangun pemerintah dijatuhkan untuk Nagekeo, tapi harus segera dituntaskan persoalan di lapangan.

Jangan sampai terkatung- katungnya persoalan terutama terkait pembebasan lahan, dialihkan ke daerah lain. Pasalnya hampir semua daerah di NTT sangat membutuhkan waduk mengingat terbatasnya sumber air baku.

“Pemerintah dan masyarakat harus bisa selesaikan masalah pembebasan lahan paling lambat akhir tahun 2017 agar waduk Lambo mulai dibangun awal 2018,” kata Elpy.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka ini menyampaikan, waduk sangat dibutuhkan di Nagekeo untuk memenuhi kebutuhan akan air. Karena sebagian daerah di Nagekeo masih kekurangan air minum bersih.

Walau demikian, pemerintah tidak memaksakan kehendak untuk segera merealisasikan pembangunan waduk Lambo mengingat masih ada pro kontra pembebasan lahan. Sikap ini diambil agar tidak ada lagi benturan dengan masyarakat pemilik lahan. Pemerintah ingin lebih bijaksana dengan tidak terlalu reaktif agar tidak terjadi gesek- gesekan di lapangan.

Baca juga : Fakta Lain Bagi Penyidik dan JPU Terhadap Status Bupati Mabar dalam Kasus Lando-Noa

“Mudah-mudahan tidak salah, terakhir yang saya dengar, masyarakat sudah terima untuk dibangun waduk Lambo tapi belum tahu seperti apa model sikap masyarakat itu,” ungkap Elpy.

Dia menyatakan, masyarakat pemilik lahan tidak boleh dikorbankan karena lahan milik mereka dipakai untuk kepentingan masyarakat banyak dan daerah terkait dibangunnya waduk Lambo. Kerja pemerintah tentunya untuk menyejahterakan rakyat, namun harus dilakukan dengan bijaksana.

Elpy berharap agar konstruksi waduk Lambo tidak diperkecil. Karena hal ini berdampak pada daya tampung air. Jika lokasi waduk bergeser dari rancangan yang ada, genangan air lebih kecil dan daya tampung air pun lebih sedikit. Karena itu, penyelesaian pembebasan lahan harus diselesaikan secara arif dan bijaksana agar kehadiran waduk ini benar-benar menjawab kebutuhan air baku di Nagekeo.

Bupati Nagekeo, Elias Djo mengatakan, beberapa waktu lalu masyarakat pemilik lahan yang difasilitasi Staf Khusus Presiden Jokowi, Goris Mere melihat sejumlah waduk besar di Pulau Jawa. Setelah lihat mereka sampaikan terima untuk dibangun waduk Lambo. Namun setelah kembali ke Nagekeo, mereka masih diam.

“Pemerintah pada prinsipnya menunggu sikap masyarakat setelah pulang ke Nagekeo dari pulau Jawa melihat sejumlah waduk besar di sana,” ujar Elias.