Pemkab Belu Serahkan Bantuan Ternak Sapi kepada Yayasan Sulu Obor

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu menyerahkan bantuan 5 ekor sapi kepada Yayasan Sulu Obor di Lebur, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Belu, Timor Barat perbatasan RI-Timor Leste.

Bantuan ternak sapi jenis fresien holand atau sapi perah diserahkan langsung oleh Sekda Belu, Petrus Bere kepada Bruder Beatus yang berlangsung di kompleks Yayasan Sulu Obor di Lebur, Selasa (5/9/2017).

Penyerahan bantuan sapi perah sebanyak 5 ekor kepada Yayasan Sulu Obor itu merupakan bantuan sapi dengan dana APBD I. Adapun rincian ternak bantuan tersebut diantaranya, 1 ekor sapi jantan dan 4 ekor sapi betina.

Sekda Belu, Petrus Bere menuturkan atas nama masyarakat Raimanuk menyampaikan terimakasih kepada Gubernur NTT yang telah memenuhi janjinya sejak dua tahun lalu memberikan bantuan sapi perah sebanyak lima ekor kepada Yayasan Sulu Obor.

“Terimakasih juga untuk Bruder. Pemberian ini sebagai ungkapan terimakasih yang mendalam kepada Bruder yang sudah begitu berjasah bagi masyarakat kabupaten Belu khususnya Raimanuk dalam hal ini memberdayakan putra-putri di Lebur,” ujar dia.

Terkait itu, Bere berharap dengan bantuan ternak sapi ini warga masyarakat Raimanuk bisa meningkatkan gizinya melalui susu sapi perah yang diserahkan hari ini.

Baca juga : Anggota DPRD NTT Tertangkap Kasus Narkoba Resmi Diganti

Bruder Beatus juga menyampaikan terimakasih atas perhatian Gubernur NTT kepada kami di Yayasan Sulu Obor, tidak lupa dengan kami di sini dan ini sangat luar biasa.

“Saya terkejut, gembira dengan bantuan sapi ini, terimakasih yang berada untuk Bapak Gubernur NTT atas bantuannya,” ujar dia.

Yayasan Sulu Obor Lebur merupakansatu- satunya lembaga yang masih mempertahankan spirit misi awal. Bagaiman menjadi diri untuk anak anak yg putus sekolah memberikan kursus ketrampilan.

Berkaitan dengan sumbangan lembu atas nama SVD menyampaikan limpah terimakasih kepada Pemerintah Propinsi dalam hal ini Gubernur dengan Dinas Peternakan Propinsi juga Pemkab Belu melalui Sekda Belu serta Dinas Peternakan Belu yang ikut mendukung sampai lima ekor lembu bisa ada di Lebur.

“Kehadiran lembu ini bukan untuk tujuan ekonomi semata. Tetapi ini tempat kursus bagi anak-anak yang hadir disini bisa dilatih bagaiman cara merawat, memelihara lembu. Hasilnya diapakan, apakah sekedar ambil susu atau mengembangkan hasil lain yang bisa hasilkan nilai lebih,” ujar perwakilan SVD.

“Saya melihat ini tempat latihan atau pilot Projet sehingga ke depan, anak-anak setelah keluar bisa mandiri dan jadi pengusaha peternak lembu yang sukses. Jadi susu itu bukan jadi diminum, tapi bisa dikembangkan jadi keju dan lainnya,” tambah dia.