Tersangka Penipuan dengan Modus Pegawai PLN Diserahkan ke Kejati NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Satu orang tersangka dan barang bukti kasus tindak pidana penipuan dengan modus pelaku mengaku sebagai pegawai PLN Kota Kupang, diserahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (15/6/2017).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur NTT (Kabid Humas Polda NTT), AKBP Jules Abraham Abast sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Kamis (15/6/2017).

Menurut Jules, tersangka dengan inisial DB (44), adalah warga RT.006/RW.002 Kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. “Tersangka beserta barang bukti telah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi NTT, Kamis pagi dan dinyatakan lengkap atau P21,” ungkapnya.

Jules mengatakan, kajadian itu bermula ketika pada, Kamis 20 Maret 2017 sekitar pukul 16.00 Wita, pelaku datang ke rumah tetangga korban untuk mensurvei rumah tetangga korban karena akan dipasang meteran listrik di rumah tetangga korban tersebut.

Selanjutnya pelaku datang ke rumah korban dan menyampaikan bahwa pelaku adalah pegawai PLN Kota Kupang. Kemudian pelaku mengatakan kepada korban bahwa aliran listrik yang sedang dibagi kepada tetangga korban itu melanggar hukum yakni lost strom.

Baca : Warga Serahkan Senpi Organik SKS ke Kodim 1605/Belu

Sehingga pelaku mengatakan bahwa korban harus membayar sekitar Rp.3.000.000, jika tidak, maka pelaku akan melaporkan kepada pimpinan PLN dan listrik akan diputus dan korban akan masuk penjara selama 25 tahun.

“Karena takut maka korban menuruti permintaan pelaku dengan memberikan uang sejumlah tersebut kepada pelaku,” terang Jules.

Namun, lanjut Jules, pada tanggal 25 Maret 2017 sekitar pukul 10.00 Wita, pelaku datang lagi ke rumah korban dan meminta penambahan uang sebesar Rp.1.500.000, dengan alasan jika uang tersebut diserahkan maka permasalahan akan aman, karena uang tersebut akan serahkan kepada bos pelaku.

“Karena itu, korban datang ke SPKT Polda NTT melaporkan kejadian tersebut untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Pasal yang dipersangkakan terhadap pelaku, yaitu Pasal 378 KUHP. Barang bukti berupa uang sebesar Rp.1,5 juta,” urainya.

Jules menambahkan, dengan dilakukan tahap II tersebut maka proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik sudah selesai. “Proses penyidikannya sudah selesai. Nanti kewenangan jaksa untuk melanjutkan ke pengadilan,” tandasnya.