Pencairan Dana Panwaslu Masih Menunggu NPHD Dikoreksi Bawaslu

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kota Kupang siap mencairkan sisa dana sebesar Rp.500 juta, kepada pihak pengawas pemilu (Panwaslu) Kota Kupang dari alokasi total anggaran sebesar Rp.3,5 miliar. Hanya saja pencairan dana masih menunggu koreksi Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) adendum yang masih dikoreksi, pihak badan pengawas pemilu (Bawaslu) NTT.

Demikian dikatakan, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Kupang, Jefri Eduard Pelt, kepada wartawan di Kupang, Senin (29/05/2017).

Baca : Koperasi Simpan Pinjam TLM Berkembang Pesat

Jefri mengatakan, dana untuk panwaslu sebenarnya sudah lama akan dicairkan, namun karena pihak sekrtariat belum memasukan laporan penggunaan dana sebesar Rp.3 miliar yang telah dicairkan terlebih dahulu, maka pemerintah belum mau mencairkan dana tersisa. Ditambah lagi pengelolaan dan tersebut sudah menjadi masalah dan saat ini tengah ditangani pihak kepolisian, sehingga proses pencairan belum dilakukan.

Namun, kata Pelt berhubung pihak kementerian meminta pemerintah Kota Kupang segera menncairkan dana tersebut, berdasarkan hasil konsultasi pemerintah, maka pemerintah segera melakukan pencairan dan NPHD adendum untuk kali ketiga, telah dibuat, dan saat ini NPHD tersebut sedang dikoreksi Bawaslu provinsi, sehingga ketika koreksi selesai dilakukan maka pencairan sudah bisa dilakukan.

Ketika disinggung apakah pencairan dana sisa sebesar Rp.500 juta apakah tidak menjadi masalah, karena pihak panwaslu belum memasukan laporan penggunaan dana sebesar Rp.3 miliar, Jefri mengaku, bahwa jadi masalah atau tidak soal pencairan dana tambahan, dirinya tidak mengetahui, hanya saja pencairan dana dilakukan atas perintah dari kementerian berdasarkan surat yang diberikan. Sementara menyangkut dampak dikemudian hari, pemerintah sudah menyiapkan segala dokumen yang diperlukan jika suatu hari nanti menjadi masalah.