Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pasca jebolnya embung di Desa Leosama, Kecamatan Kakuluk Mesak, hingga kini belum ada tindaklanjut dari Pemerintah Daerah untuk diperbaiki.
Hal tersebut menyebabkan kekecewaan pada warga Leosama, pasalnya selama ini kebutuhan air bersih untuk keberlangsungan hidup sehari-hari mereka bergantung pada embung tersebut.
“Untuk kebutuhan air kami ambil dari embung. Untung masih musim hujan jadi kami pakai air hujan,” ujar Baltasar Seran salah seorang warga kepada NTTOnlinenow.com di Atambua, Kamis (20/4/2017).
Baltasar berharap, ada perhatian serius dari Pemkab Belu melalui Dinas teknis untuk menindaklanjuti permasalahan embung yang jebol itu sehingga bisa segera memperbaikinya. “Kami minta kalau bisa embungnya segera di perbaiki,” harap dia.
Senada Fatima warga lainnya mengatakan, selama ini kebutuhan air warga Leosama bergantung pada embung itu. Tapi kalau embungnya jebol begini warga kesulitan air untuk keperluan sehari-hari. “Untung masih hujan, sehingga kami konsumsi air hujan. Kalau bisa kerusakan embung segera diperbaiki,” ucap dia.
Baca : Bendung Dua Sungai, Embung di Desa Leosama Jebol
Penjabat Kepala Desa (Kades) Leosama, Serafin Kartini Bere Ludji mengatakan, pasca jebol pihak Dinas teknis telah ke lokasi untuk melihat embung tersebut. Tapi sampai dengan hari ini belum ada tindaklanjut untuk perbaiki.
“Mereka sudah datang lihat, tapi nanti baru akan perbaiki kalau tanahnya sudah kering,” ujar dia.
Kendati demikian, jelas Kartini dalam waktu dekat Pemerintah Desa Leosama akan segera menyampaikan laporan tertulis tentang kerusakan embung yang jebol itu kepada Bupati Belu, Dinas teknis dan DPRD Belu.
Seperti diberitakan sebelumnya embung yang terletak di dusun Halimea, Desa Leosama, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste jebol pada, Minggu (26/3/2017) lalu.
Jebolnya embung atau tempat menyimpan air dikarenakan tidak bisa menahan tekanan atau debit air yang besar dari sungai akibat hujan deras yang turun selama sehari. Embung tersebut merupakan proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kabupaten Belu yang dikerjakan pada tahun 2016 lalu.
Kapasitas tampung air pada embung itu 20.400 m3. Embung itu bendung dua kali Weneka dan Wesuri. Kejadian tersebut telah disampaikan ke Dinas teknis untuk diminta bantuan, karena tidak mungkin apabila perbaikan dilakukan oleh Desa.

